MAKALAH
ANATOMI
FISIOLOGI PAYUDARA DAN PANGGUL
Di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Anatomi Fisiologi
Dosen : Dian Sundawati., SST. MM
D III Kebidanan 1B

Disusun oleh :
YULIYANTI
E.0106.14.062
YAYASAN PAMBUDHI LUHUR 1976
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
Jalan
Kerkof no. 243 Telp./Fax : (022)6670015 Leuwigajah Kota Cimahi
2014/2015
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulilah
saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad-Nya, sehingga
saya dapat menyusun makalah tentang “Anatomi Fisiologi Payudara dan Panggul”.
Makalah ini disusun untuk memenuhi sebagian dari tugas Anatomi Fisiologi. Tersusunnya
makalah Anatomi Fisiologi ini tidak terlepas dari bantuan yang diberikan oleh
berbagai pihak. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1.
Tuhan Yang
Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.
2.
Ibu Dian
Sundawati., SST. MM selaku dosen mata kuliah Anatomi Fisiologi.
Saya menyadari masih banyak kekurangan dan jauh
dari sempurna dalam menyusun makalah ini, karena keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan yang kami miliki. Maka saran dan koreksi yang bersifat membangun
sangat Kami butuhkan dari semua pihak.
Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis sendiri dan pembaca pada umumnya.
Cimahi, November 2014
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................... i
DAFTAR
ISI.................................................................................... ii
BAB
I : PENDAHULUAN............................................................... 1
A.
Latar
Belakang............................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah........................................................ 2
C.
Tujuan
Penulisan.......................................................... 2
D.
Sistematika
Penulisan.................................................. 2
BAB
II : PEMBAHASAN................................................................ 3
A.
Anatomi
Fisiologi Payudara........................................... 3
B.
Anatomi Fisiologi Panggul............................................. 9
BAB
III : PENUTUP....................................................................... 25
A.
Kesimpulan.................................................................. 25
B.
Saran.......................................................................... 25
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................ 26
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Payudara
adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari
payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Payudara memegang peranan
penting dalam kebiasaan seksual manusia.Setiap manusia pada umumnya memiliki
payudara, tetapi antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam
fungsinya.Payudara yang matang adalah salah satu tanda pertumbuhan sekunder
dari seorang perempuan dan merupakan salah satu organ yang indah dan menarik.
Lebih dari itu, untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya, maka
organ ini menjadi sumber utama kehidupan,
karena air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting,
terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi.
Para
ahli menyatakan bahwa tidak ada payudara pada makhluk hidup lain yang berjenis
kelamin betina selain pada manusia yang memiliki besar yang bervariasi, relatif
terhadap seluruh bagian tubuh, ketika tidak menyusui manusia adalah
satu-satunya primata yang memiliki payudara yang menggelembung setiap saat. Hal
ini mengindikasikan bahwa bentuk luar dari payudara terhubung dengan
faktor-faktor lain selain menyusui.Sebuah teori didasarkan pada sebuah fakta
bahwa tidak seperti hampir semua primata, manusia yang berjenis kelamin
perempuan tidak memberikan pandangan fisik yang jelas atas terjadinya
ovulasi.Ini dapat berakibat secara perlahan pada manusia yang berjenis kelamin
pria untuk berevolusi demi merespon tanda-tanda yang lebih jelas terhadap
adanya ovulasi.
Dalam
anatomi manusia, pelvis / panggul merupakan bagian dari
inferioposterior batang pada perut di daerah transisi antara batang tubuh
dan anggota tubuh bagian bawah (paha hingga kaki). Pelvis merupakan kata lain
dari cekungan dan merupakan nama bagi panggul, disebut cekungan karena panggul
kita berbentuk cekungan.
Pelvis adalah daerah batang tubuh yang berada di sebelah dorsokaudal
terhadap abdomen dan merupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke
extremitas inferior. Pelvis
bersendi dengan vertebra lumbalis ke-5 di bagian atas dan dengan
caput femoris kanan dan kiri pada acetabulum yang sesuai. Pelvis
dibatasi oleh dinding yang dibentuk oleh tulang, ligamentum, dan otot.
Cavitas pelvis yang berbentuk seperti corong, memberi tempat kepada
vesicaurinaria, alat kelamin pelvic, rectum, pembuluh darah dan limfe, dan
saraf.
B. Rumusan
Masalah
a.
Bagaimana
anatomi payudara ?
b.
Bagaimana
anatomi panggul ?
C.
Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui anatomi payudara
b. Untuk mengetahui anatomi panggul
D.
Sistematika Penulisan
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I : PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
C. Tujuan
Penulisan
D. Sistematika
Penulisan
BAB
II : PEMBAHASAN
A.
Anatomi Payudara
B.
Anatomi Panggul
BAB
III : PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
ANATOMI PAYUDARA
1.
Struktur Anatomi Payudara
Payudara wanita
disebut juga dengan “ Grandula Mammaria “ adalah alat reproduksi tambahan.
Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang
terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah
memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar
payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui
800 gram.
a. Letak
Payudara wanita disebut juga glandula mammaria yang
merupakan alat reprouksi tambahan.Payudara terletak pada sisi sternumdan meluas
setinggi antara costa ke dua dan keenam.Payudara teletak pada fascia
superficialis dinding rongga dada diatas musculus pectoralis mayor dan dibuat
stabil oleh ligamentum suspensori.
Secara vertikal payudara terletak di antara kosta II dan
VI, secara horizontal mulai dari pinggir sternum sampai linea aksilaris
medialis. Kelenjar susu berada di jaringan subkutan, tepatnya di antara
jaringan subkutan superfisial dan profundus, yang menutupi muskulus pektoralis
mayor, sebagian kecil seratus anterior dan obliqus eksterna.
b. Bentuk
dan Ukuran
Bentuk dan ukuran payudara akan bervariasi
menurut aktifitas fungsionilnya seperti apa yang didapatkan pada masa sebelum
pubertas, pubertas, adolesen, dewasa, menyusui dan multipara. Kedua payudara
tidak selalu mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Bentuk payudara mulai
terbentuk lengkap satu atau dua tahun setelah menstruasi pertamakali. Hamil dan
menyusui akan menyebabkan payudara bertambah besar dan akan mengalami
pengecilan (atrofi) setelah menopause.
Payudara akan
menutupi sebagian besar dinding dada. Payudara dibatasi oleh tulang
selangka (klavikula) dan tulang dada (sternum).Jaringan payudara bisa mencapai
ke daerah ketiak dan otot yang berada pada punggung bawah sampai lengan atas
(latissimus dorsi). Payudara menjadi besar saat hamil dan menyusui dan biasanya
mengecil setelah menopause.Pembesaran ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan
stroma jaringan penyangga dan penimbunan jaringan lemak.
Berbagai bangsa, golongan dan zaman juga
menunjukkan bentuk dan ukuran payudara yang berlainan, misalnya pada wanita
nulipara yang berumur 16-21 tahun golongan etnik Maluku paling banyak
menunjukkan bentuk hemisferik (separuh dari bulatan), bila dibandingkan dengan
golongan etnik Cina dan Jawa yang masing-masing menunjukkan 76,47%; 71,75%;
63,29%. Tetapi sebaliknya golongan etnik Jawa paling banyak menunjukkan bentuk
konikal (agak kerucut) daripada golongan etnik Maluku dan Cina, masing-masing
20,23%; 17,65%; 2,17%. Ukuran payudara rata-rata mahasiswa tahun 1975 sekitar
3,03 Lipiec, sedangkan siswa SMP tahun 1980 adalah 5,0 Lipiec, maka dapat
disimpulkan bahwa memang ada kecenderungan membesarnya payudara pada generasi
yang mendatang. Di samping itu juga ada perbedaan di antara warna, bentuk dan
luas kalang payudara (areola mammae) serta lokasi dan bentuk putingnya, malah
ukuran dari kedua payudara kanan dan kiri pada seseorang pasti jarang yang
sama.
2.
Struktur Makroskopis
Masing masing
payudara berbentuk tonjolan setengah bola dan mempunyai ekor (caudal). Dari
jaringnan yang meluas ke ketiak atau axilla ( cauda axillaris spence ). Cauda
Axillaris adalah jaringan payudara yang meluas ke arah axiila
Pada payudara terdapat
tiga bagian utama, yaitu :
a. Korpus (badan), yaitu
bagian yang membesar.
Korpus alveolus, yaitu
unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner,
jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah Lobulus, yaitu kumpulan dari
alveolus. Lobus, yaitu beberapa
lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan dari alveolus ke
dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus
bergabung membentuk saluran yang lebih besar (duktus
laktiferus)
b. Areola, yaitu bagian
yang kehitaman di sekitar
puting
Daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan
mengalami pigmentasi dan masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5
cm. Areola berwarna merah muda pada wanita yang berkulit cerah, lebih gelap
pada wanita yang berkulit cokelat, dan warna tersebut menjadi gelap pada waktu
hamil. Didaerah areola ini terletak kira-kira 20 glandula sebacea. Pada
kehamilan areola ini membesar dan disebut tuberculum montgomery.
Letaknya mengelilingi puting susu dan berwarna kegelapan
yang disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya: Perubahan
warna ini tergantung dari corak kulit dan adanya kehamilan. Pada wanita yang
corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan, bila kulitnya
kehitaman maka warnanya akan lebih gelap. Selama kehamilan warnanya akan
menjadi lebih gelap dan warna ini akan menetap untuk selanjutnya, jadi tidak
kembali lagi seperti warna aslinya semula.
Pada daerah ini akan didapatkan kelenjar keringat,
kelenjar lemak dari Montgomery yang membentuk tuberkel dan akan membesar selama
kehamilan. Kelenjar lemak ini akan menghasilkan suatu bahan yang dapat
melicinkan kalang payudara selama menyusui. Di bawah ini kalang payudara
terdapat duktus laktiferus yang merupakan tempat penampungan air susu. Luasnya
kalang payudara bisa 1/3 - 1/2 dari payudara.
|
aroela
|
c. Papilla atau puting, yaitu
bagian yang menonjol di puncak payudara
Terletak di pusat areola mammae setinggi iga ( costa )
ke-4. papilla mammae merupakan suatu tonjolan dengan panjang kira- kira 6 mm,
tersusun atas jaringan erektil berpigmen dan merupakan bangunan yang sangat
peka. Permukaan papilla mammae berlubang- lubang berupa ostium papillare kecil-
kecil yang merupakan muara duktus lactifer.Duktus latifer ini di lapisi oleh
epitel.
Terletak setinggi interkosta IV, tetapi berhubung adanya
variasi bentuk dan ukuran payudara maka letaknyapun akan bervariasi pula. Pada
tempat ini terdapat lubang-lubang kecil yang merupakan muara dari duktus
laktiferus, ujung-ujung serat saraf, pembuluh darah, pembuluh getah bening,
serat-serat otot polos yang tersusun secara sirkuler sehingga bila ada
kontraksi maka duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan puting susu
ereksi, sedangkan serat-serat otot yang longitudinal akan menarik kembali
puting susu tersebut.
Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal,
pendek/datar, panjang dan terbenam(inverted).
3.
Struktur Mikroskopis
Payudara terdiri dari 15-25 lobus.
Masing-masing lobus terdiri dari 20-40 lobulus, selanjutnya masing-masing
lobulus terdiri dari 10-100 alveoli dan masing-masing dihubungkan dengan
saluran air susu (sistem duktus) sehingga merupakan suatu pohon. Bila diikuti
pohon tersebut dari akarnya pada puting susu, akan didapatkan saluran air susu
yang disebut duktus laktiferus.
Di daerah kalang payudara duktus laktiferus
ini melebar membentuk sinus laktiferus tempat penampungan air susu. Selanjutnya
duktus laktiferus terus bercabang-cabang menjadi duktus dan duktulus.Tiap-tiap
duktulus yang pada perjalanan selanjutnya disusun oleh sekelompok alveoli. Di
dalam alveoli terdiri dari duktulus yang terbuka, sel-sel kelenjar yang
menghasilkan air susu dan mioepithelium yang berfungsi memeras air susu keluar
dari alveoli.
a. Alveoli
Yang mengandung sel-sel yang mensekresi air susu. Setiap
alveolus dilapisi oleh sel-sel yang mensekresi air susu, disebut acini. Yang
mengekstraksi faktor-faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu.
Di sekeliling setiap alveolus terdapat sel-sel mioepitel yang kadang disebut
sel keranjang (basket cell)atau sel laba-laba (spider cell). Apabila sel-sel
ini dirangsang oleh oksitosin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu
kedalam duktus lactifer.
b. Tubulus laktifer
Saluran kecil
yang berhubungan dengan alveoli
c. Duktus laktifer
saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus
lactifer. Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.
d. Ampulla
Bagian dari ductus lactifer yang melebar, yang merupakan
tempat menyimpan air susu. Ampulla terletak dibawah areola. Lanjutan
masing-masing ductus lactifer. Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.
e. jaringan ikat & lemak
Jaringan penunjang & pelindung
B.
ANATOMI FISIOLOGI PANGGUL
1. Kerangka Pelvis
Pada manusia dewasa, panggul terbentuk
di punggung posterior (belakang) olehsakrum dan tulang ekor (bagian ekor dari
kerangka axial), lateral dan anterior oleh sepasang tulang pinggul (bagian dari
kerangka apendikularis). Pada manusia dewasa,panggul normal terdiri dari tiga
tulang besar dan tulang ekor (3-5 tulang). Namun,sebelum masa pubertas tulang
pinggul terdiri dari tiga tulang yang terpisah yaitu ilium, ichium, dan
pubis.
Jadi, sebelum pubertas panggul dapat
terdiri dari lebih dari sepuluh tulang, tergantung pada komposisi tulang ekor.
Pinggul ini dibagi menjadi 2, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri
tubuh. Kedua tulang pinggul yang terdiri dari 3 bagian, ilium, ichium dan
pubis.
Bagian-bagian ini digabungkan bersama
selama pubertas, yang berarti di masa kanak-kanak mereka adalah tulang
terpisah.
Tulang sacrum merupakan
penghubung tulang belakang ke panggul dan juga menjadi tempat yang memungkinkan
bagi sepasang pinggul kita untuk melekat.
Pelvis merupakan cincin cekung berbentuk
tulang yang menghubungkan kolomvertebral ke femurs. Fungsi utamanya untuk
menyangga berat tubuh bagian atas ketikakita sedang duduk, berdiri dan
beraktivitas. Fungsi sekundernya adalah untuk mengandung (pada wanita) ketika
hamil dan melindungiviscera pelvis dan abdominopelvic viscera (bagian
inferior saluran kemih,organ reproduksi internal). Tulang pinggul saling
terhubung satu sama lain pada anterior pubis symphysis,dan posterior
dengan sacrum pada sendi sacroiliac untuk membentuk cincin
panggul. Cincin ini sangat stabil sehingga menyebabkan sedikitnya
mobilitas/pergerakan.
Dasar panggul memiliki dua fungsi:
Salah satunya adalah untuk menutup ronggapanggul dan perut, serta menanggung
beban dari organ visceral, yang lain adalahuntuk mengontrol bukaan rektum dan
organ urogenital yang menembus dasar pangguldan membuatnya lebih lemah. Untuk
melakukan keduanya, dasar panggul terdiri daribeberapa lembar otot dan jaringan
ikat.
2.
ANATOMI PANGGUL
Panggul atau pelvis terdiri atas 2
bagian yaitu :
a. Bagian keras yang dibentuk oleh tulang
Bagian keras pelvis yang dibentuk oleh tulang ada 2
bagian yaitu :
Ø Pelvis mayor
Mendukung isi perut seperti usus, hati, ginjal, pankreas
dll
Ø Pelvis minor
Tempat organ-organ genetalia internal seperti uterus,
ovarium, vagina, kandung kemih, dll
b. Bagian lunak yang dibentuk oleh otot-otot dan
ligamenta
Gelang panggul adalah penghubung antara badan dan anggota
bawah. Sebagian kerangka aksial, yaitu tulang
sakrum dan tulang koksigeus, yang
letaknya terjepit antara 2 tulang koksa, turut membentuk tulang ini. Tulang
koksa itu bersendi satu dengan lainnya di tempat simfisis pubis.
Ada pula tulang-tulang yang terdapat
pada panggul / pelvis, diantaranya :
a.
Os Sacrum
Os sacrum terdiri dari lima vertebrae
rudimenter yang bersatu membentuk tulang berbentuk baji yang cekung kearah
anterior. Pinggir atas atau basis ossis sacri bersendi dengan vertebra lumbalis
V. Pinggir inferior yang sempit bersendi dengan os coceygis. Di lateral, os
sacrum bersendi dengan kedua os coxae membentuk ar ticulation sacroiliaca.
Pinggir anterior dan atas vertebra sacralis pertama menonjol ke depan sebagai
batas posterior apertura pelvis superior, disebut promontorium os sacrum, yang
merupakan bagian penting bagi ahli kandungan untuk menentukan ukuran pelvis.
Foramina vertebralia bersama-sama membentuk canalis sacralis.
Canalis sacralis berisi radix anterior
dan posterior nervi lumbales, sacrales, dan coccygeus filum terminale dan lemak
fibrosa.
b.
Os Coccygis
Os coccygis berartikulasi dengan
sacrum di superior. Tulang ini terdiri dari empat vertebra rudimenter yang
bersatu membentuk tulang segitiga kecil yang basisnya bersendi dengan ujung
bawah sacrum.Vertebra coccygea hanya terdiri atas corpus, namun vertebra
pertama mempunyai pr ocessus transverses rudimenter dan cornu coccygeum.
Cornu adalah sisa pediculus dan processus articularis superior yang menonjol ke
atas untuk bersendi dengan cornu sacrale.
c.
Os inominatum
(tulang panggul)
Tulang ini terdiri dari tiga bagian komponen,
yaitu: ilium, iskium, dan pubis. Saat dewasa tulang-tulang ini telah menyatu
selurunya pada asetabulum.
J Ilium :
batas atas tulang ini adalah Krista ilika.Krista iliaka berjalan ke belakang dari
spina iliaka anterior superior menuju spina iliaka posterior superior.
J Iskium :
terdiri dari spina di bagian posterior yang membatasi insisura iskiadika mayor
(atas) dan minor (bawah). Tuberositas iskia adalah penebalan bagian bawah
korpus iskium yang menyangga berat badan saat duduk. Ramus iskium menonjol ke
depan dari tuberositas ini dan bertemu serta menyatu dengan ramus pubis
inferior.
J Pubis :
terdiri dari korpus serta rami pubis superior dan inferior. Tulang
iniberartikulasi dengan tulang pubis di tiap sisi simfisis pubis.
Permukaan superior dari korpus memiliki krista pubikum dan tuberkulum pubikum.
Foramen obturatorium merupakan lubangbesar yang dibatasi oleh rami pubis dan
iskium.
d.
Pelvis major
(panggul besar, pelvis spurium)
ð Terletak cranial terhadap aperture pelvis
superior (aditus pelvis).
ð Terbuka dan melebar pada ujung atasnya dan harus
dipikirkan sebagai bagiancavitas abdominalis.
ð Melindungi isi abdomen dan setelah kehamilan
bulan ketiga, membantumenyokong uterus gravidarum
ð Selama stadium awal persalinan, pelvis major
membantu menuntun janin masukke pelvis minor.
ð
Kearah ventral dibatasi dinding
abdomen, kearah lateral oleh fossa iliaca dextra dan fossa iliaka
sinistra, dan kearah dorsal oleh vertebra L. S dan vertebra S1.
e.
Pelvis minor
(panggul kecil, pelvis verum)
ð Berada antara aperture pelvis superior dan
aperture pelvis inferior (exitus pelvis)
ð Merupakan lokasi visera pelvis (misalnya vesica
urinaria.
ð Dibatasi oleh permukaan
dalam os coxae, os sacrum, dan os coccygis.
ð Ke bawah dibatasi oleh diaphragma pelvis.
ð Pelvis minor mempunyai pintu
masuk, pintu keluar, dan sebuah cavitas.
ð Pelvis minor merupakan
saluran tulang yang harus dilalui oleh janin padaproses persalinan.
Pada wanita,
di luar kehamilan artikulasio hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi
pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih
longgar, misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih
kurang 2,5 cm. Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan
pada saat partus, dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os
koksigis itu dapat ditekan ke belakang. Secara fungsional, panggul terdiri dari
dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor.
3.
TULANG-TULANG YANG MENYUSUN PANGGUL
Tulang panggul terdiri dari 4 buah tulang
yaitu :
a. 2 buah tulang pangkal paha ( os coxae )
Tulang coxae terdiri atas 3 buah tulang yang berhubungan
satu sama lain.
Batas os coxae dari articulatio sakroiliaka sampai
pertengahan pubis.
Ketiga tulang itu ialah :
1). Tulang
usus ( os illium)
Os illium terletak dari articulatio sakroilliaka sampai
pinggir atas acetabulum.
Batas atasnya merupakan pinggir tulang yang tebal yang
disebut CRISTA ILLIACA
Ujung depan maupun belakang dari crista illiaka menonjol
terdiri atas 4 spina yaitu:
J Spina illiaka anterior superior (SIAS)
J Spina illiaka anterior inferior (SIAI)
J Spina illiaka posterior superior (SIPS)
J Spina illiaka posterior inferior (SIPI)
Di bawah spina illiaka posterior inferior terdapat tekik
yang disebut INCISURA ISCHIADIKA MAYOR
2). Tulang
duduk ( os ischium)
Os ischium terletak dari foramen
obsturatorium sampai pada pinggir atas acetabulum. Tonjolan yang ada pada
ischium yaitu SPINA ISCHIADICA
Tulang yang tebal yang menyangga berat badan
pada saat duduk adalah TUBER ISCHADICUM
Bagian yang cekung besar sebelah atas disebut
inchisura isciadica mayor. Bagian yang cekung kecil sebelah bawah disebut
inchisura ischiadica minor.
3). Tulang
kemaluan ( os pubis )
Tulang yang membatasi sebuah lubang dalam
tulang panggul dinamakan FORAMEN OBTURATORIUM.
Bagian atas yang menonjol pada os pubis
dinamakan RAMUS SUPERIOR, cekungannya dinamakan LINEA INOMINATA atau LINEA
TERMINALIS.
Pertemuan kedua ramus superior dinamakan tepi
atas simfisis.
Pada bagian bawahnya dinamakan RAMUS
INFERIOR, pertemuan antara ramus inferior membentuk tepi bawah simfisis.
Pada ramus inferior membentuk sudut yang
disebut ARCUS PUBIS yang sudutnya tidak boleh kurang dari 90 derajat.
b. 1 buah tulang kelangkang (os sacrum)
Tulang kelangkang berbentuk segitiga melebar di atas dan
meruncing ke bawah.
Batas-batas dari os sacrum yaitu :
Pada pertengahan basis terdapat titik
menonjol digunakan sebagai petunjuk saat melakukan pengukuran panggul dalam
dinamakan PROMONTORIUM.
Pada bagian anterior memanjng sampai illium dinamakan
sayap sacrum.
Lubang yang terdapat pada bagian depan dinamakan FORAMINA
SACRALIA ANTERIORA.
Lubang yang terdapat pada bagian belakang dinamakan
FORAMINA SACRALIA POSTERIORA.
Pada vertebra terdapat bagian yang berduri yang dinamakan
KRISTA SAKRALIA.
Pada bagian samping tulang kelangkang berhubungan dengan
kedua tulang pangkal paha dengan perantara articulatio sacroilliaca dan ke
bawah dengan tulang tungging.
c. 1 buah tulang tungging (os coccygis)
Berbentuk segitiga dan terdiri atas 3-5 ruas bersatu.
Pada persalinan ujung tulang tungging dapat ditolak
sedikit ke belakang, hingga ukuran pintu bawah panggul bertambah besar.
Coccygis bersifat lentur, kelenturannya mempengaruhi
lebar dari ukuran panggul dalam.
4.
JARINGAN
LUNAK PANGGUL
Bagian lunak panggul terdiri dari otot-otot dan ligamenta
yang meliputi dinding panggul sebelah dalam dan yang menutupi panggul sebelah
bawah, yang menutupi panggul dari bawah membentuk dasar panggul dan disebut
DIAFRAGMA PELVIS.
Diafragma pelvis dari dalam ke luar terdiri atas :
a. Musculus levator ani
Terdiri atas 3 bagian, dari depan ke belakang dapat
dikenal :
>> Musc.
Pubo coccygeus dari os pubis ke septum anococcygeus.
>> Musc.
Ilio coccygeus dari arcus tendineus m.levator ani ke os coccygis dan septum
anococcygeus.
>> Musc.
(ischio) coccygeus dari spina ischiadica ke pinggir sacrum dan coccygis.
b. Pars membranacea yaitu diafragma urogenitale
Antara m.pubo coccygeus kiri kanan terdapat celah
berbentuk segitiga yang disebut hiatus urogenitalis yang tertutup oleh sekat
yang disebut diafragma urogenitale.
5.
DAERAH PERINIUM
Merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul, yang
terdiri dari 2 bagian yaitu :
o Regio analis di sebelah belakang
Terdapat m.sphincter ani externus yang
mengelilingi anus
o Regio urogenitalis
Terdapat :
-
M.
Bulbo cavenosus, yang mengelilingi vulva
-
M.
Ischio cavernosus
-
M.
Transversus perinei superficialis
6.
BENTUK-BENTUK PANGGUL
Klasifikasi menurut Caldwell dan Molloy,
bentuk panggul terbagi menjadi 4 yaitu :
a. Panggul gynecoid
Panggul paling baik untuk perempuan.Bentuk
pintu atas panggul hampir bulat. Diameter anteroposterior sama dengan diameter
transversa bulat. Jenis ini ditemukan pada 45% wanita.
b. Panggul android
Bentuk pintu atas panggul hampir segitiga.Umumnya pria
mempunyai jenis seperti ini.Panjang diameter transversa dekat dengan
sakrum.Pada wanita ditemukan 15%.
c. Panggul anthropoid
Bentuk pintu atas panggul agak lonjong seperti
telur.Panjang diameter anteroposterior lebih besar daripada diameter
transversa. Jenis ini ditemukan 35% pada wanita
d. Panggul platypeloid
Sebenarnya jenis ini adalah jenis ginekoid yang menyempit
pada arah muka belakang.Ukuran melintang jauh lebih besar daripada ukuran muka
belakang.Jenis ini ditemukan pada 5% perempuan.
7.
SUMBU PANGGUL
Sumbu panggul adalah garis yang menghubungkan
pusat-pusat dari beberapa bidang di dalam panggul berupa garis lurus di bagian
atas sampai suatu titik sedikit di atas spina ischiadika dan kemudian
melengkung ke depan di daerah PBP.
Sumbu jalan lahir sedikit berbeda dari sumbu
anatomis. Bagian atas dari jalan lahir merupakan silinder yang lurus tapi ujung
bawahnya melengkung ke depan, ditentukan oleh perubahan dasar panggul karena
desakan bagian depan anak.
INCLINATIO PELVIS
Inclinatio pelvis adalah sudut antara PAP
dengan bidang sejajar pada wanita berdiri.Sudut ini sebesar 55 derajat. Besar
dan kecilnya dapat mempengaruhi proses persalinan.
8.
BIDANG-BIDANG PANGGUL
a. Pintu Atas Panggul
Pintu atas
panggul adalah batas atas dari panggul kecil.
Bentuknya bulatan
oval dengan panjang kesamping dan dibatasi oleh :
* Promontorium
* Sayap sacrum
* Linea
terminalis
* Ramus
superior
* Pinggir atas
symphysis
Biasanya 3 ukuran ditentukan dari PAP
1. Ukuran muka belakang (diameter antero
posterior, conjugata vera )
Dari promontorium ke pinggir atas symphysis, dikenal
dengan nama conjugata vera dengan ukuran 11 cm.
Pada wanita hidup conjugata vera tak dapat diukur dengan
langsung, tapi dapat diperhitungkan dari conjugata diagonalis (dari
promontorium ke pinggir bawah symphysis)
2. Ukuran melintang (diameter tranversal )
Adalah ukuran terbesar antara linea terminalis kanan dan
kiri dengan jarak kurang lebih 13,5 cm
3. Kedua ukuran serong ( diameter obliqua )
Dari articulatio sacroilliaka ke tuberpubikum dari
belahan panggul yang bertentangan, dengan jarak kurang lebih 13 cm.
b. Bidang Luas Panggul
Yaitu bidang dengan ukuran-ukuran terbesar.
Bidang luas panggul terbentang antara pertengahan
symphysis, pertengahan acetabulum dan pertemuan antara ruas sacral II dan III
Ukuran muka belakang
12,75 cm, dan ukuran melintang 12,5 cm.
Bidang ini tidak menimbulkan kesukaran dalam persalinan.
c. Bidang Sempit Panggul
Yaitu bidang dengan ukuran-ukuran terkecil.
Bidang sempit panggul terdapat setinggi pinggir bawah
symphysis, kedua spina ischiadicae dan memotong sacrum krang lebih 1-2 cm di
atas ujung sacrum.
Bidang ini paling sulit penilaiannya karena ukurannya
paling kecil, dan sulit mengukurnya.
Kesempitan pintu bawah panggul biasanya disertai
kesempitan bidang sempit panggul.
d. Pintu Bawah Panggul
Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segitiga dengan dasar
yang sama, ialah garis yang menghubungkan kedua tuber ischiadicum kiri dan
kanan.
Puncak dari segitiga yang belakang adalah ujung os sacrum
sedangkan segitiga depan dibatasi oleh arcus pubis.
Pada pintu bawah panggul biasanya ditentukan
oleh 3 ukuran yaitu :
1.
Ukuran
muka belakang
Dari
pinggir bawah symphysis ke ujung sacrum (11,5 cm)
2.
Ukuran
melintang
Ukuran
antara tuber ischiadicum kiri dan kanan sebelah dalam (10,5cm)
3.
Diameter
sagitalis posterior
Dari
ujung sacrum ke pertengahan ukuran melintang (7,5cm)
e. Bidang Hodge
Bidang hodge untuk menentukan berapa jauh bagian depan
anak itu turun ke dalam rongga panggul.
Bidang hodge antara lain :
§ Hodge I :
Ialah setinggi pintu atas panggul
§ Hodge II :
Sejajar dengan hodge I setinggi tepi bawah symphisis
§ Hodge III :
Sejajar dengan hodge I setinggi spina ischiadica
§ Hodge IV :
Sejajar dengan hodge I setinggi ujung os coccygis
9.
UKURAN-UKURAN PANGGUL
a. Ukuran Dalam Panggul
-
Conjugata
vera yaitu perbatasan dari tepi atas symphysis sampai ke promontorium, tidak
dapat diukur secara klinis ( kurang lebih 11 cm )
-
Conjugata
diagonalis yaitu tepi bawah symphysis sampai ke promontorium (kurang lebih
12-13 cm)
Cara mengukur
conjugata diagonalis
-
Dengan
2 jari telunjuk dan jari tengah, melalui konkavitas dari sacrum, jari tengah
digerakkan ke atas sampai dapat meraba promontorium.
-
Sisi
radial dari jari telunjuk ditempelkan pada pinggir bawah symphysis dan tempat
ini ditandai dengan kuku jari telunjuk tangan kiri.
-
Diameter
oblique (menyilang) yaitu articulatio saccroilliaka sampai tuber pubicum (12,5
cm)
-
Diameter
tranversal adalah jarak antara linea terminalis kiri dan kanan (13,5 cm )
b. Ukuran Luar Panggul
ukuran luar panggul tidak dapat digunakan untuk penilaian
apakah persalinan dapat berlangsung secara biasa atau tidak. Walaupun begitu
ukuran luar panggul dapat memberi petunjuk akan kemungkinan panggul sempit.
Ukuran-ukuran
luar panggul yaitu :
ð Distania spinarum adalah jarak antara SIAS
kiri dan kanan (26-28 cm)
ð Distania cristarum adalah jarak antara crista
iliaca kiri dan kanan (28-30 cm)
ð Diastania boudeloque adalah jarak antara tepi
atas symphysis sampai ruas lumbal ke 5 (18-20 cm)
ð Lingkar panggul adalah dari tepi atas
symphisys ke pertengahan SIAS lalu ke proxesus lumbal ke 5 kembali ke
pertengahan SIAS dan kembali di tepi atas shymphisis (80-100 cm).
10. OTOT –
OTOT PELVIS
a.
M. piriformis
insersi : trokhanter mayor femur
origo : bagian depan sacrum
persyarafan
: pleksus sakralis.
Fungsi
: memutar keluar femur pada artikulatio koksa
b.
M. obturatorius
origo : membran obturatoria dan bagian
tulang panggul
insersi : trokhanter minor femur
persyarafan : nervus obturatorius
internus fleksus sakralis
fungsi : memutar keluar femur pada
sendi koksae
c.
M. levator ani
origo : korpus pubis, fasia
insersi : korpus periniale, korpus ano
koksigis kanalis ani.
persyarafan : nervus sakralis IV
fungsi : menyokong visera pubis
spingter anorektal dan vagina
d.
splingter ani ekterus
J pars subkutanea,
J pars
duperfisialis
J pars profunda
insersi : os kogsigis
persyarafan : nervus rektalis
interior
fungsi : membentuk splingter kanalis ani
e.
M. koksigeus
insersi : ujung bawah os sakrum dan os kogsigeus
origus : spina ikadia
persarafan : nervus sakralis IV – V
fungsi : membantu muskulus elevator ani menyokong visera
f.
M. pubo reektalis
insersi : sekitar perbatasan rektum
dan kanalis ani
origo : os pubis
persarafan : nervus sakralis IV
fungsi : bersama splingter ani
membentuk splingter volunter kanalis ani
g.
otot urogenital pria
ð muskulus
bulbo spengosus,
ð muskulus
iskiokavernosus
ð muskulus
splingter uretra
ð muskulus
tranvesus perenei profundus
h.
otot urogenital wanita
Ø m
bulbo spengosus
Ø m
iskiokavernosus
Gambar
otot-otot pelvis
11. ARTERI PELVIS
Arteri
dari pelvis adalah cabang dari arteri iliaka. Kecuali arteri rektum
superior yang merupakan cabang dari arteri mesenterika inferior.
Cabang-cabang
dari arteri iliaka interior adalah :
Ø iliolumbar
Ø superior glutealolateral sacral
Ø inferior gluteal
Ø internal
pudendal
Ø middle rectal
Ø inferior vescical
(the uterine in the female)
Ø obturator
Ø superior vesical
Ø bagian
terminal dari iliaca yang tersumbat dan membentuk ligamentum ubilicalis lateral
dinding anterior abdomen bawah
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara anatomi payudara terdiri atas bagian
makroskopis dan mikroskopis. Payudara
(mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada.
Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia
mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil
600 gram dan saat menyusui 800 gram.
Pelvis adalah daerah batang tubuh yang berada di sebelah dorsokaudal
terhadap abdomen dan merupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke extremitas inferior. Pelvis bersendi dengan vertebra
lumbalis ke-5 di bagian atas dan dengan caput femoris kanan dan
kiri pada acetabulum yang sesuai. Pelvis dibatasi oleh dinding yang dibentuk
oleh tulang, ligamentum, dan otot.
B. Saran
a.
Untuk
Mahasiswa atau pembaca, makalah ini diharapkan dapat menjadi
pembelajaran mata kuliah Anatomi Fisiologi, khususnya dalam masalah Anatomi
payudara dan panggul
b.
Untuk Dosen, kami
mengharapkan dosen mata kuliah Anatomi Fisiologi, dapat terus mengarahkan dan
membimbing kami dalam studi ini.
DAFTAR PUSTAKA
C.Pearce Evelyn, 2008, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama
http://bidanmafira.blogspot.com/2012/11/anatomi-dan-fisiologi-payudara.html
http://sichesse.blogspot.com/2012/11/makalah-anatomi-dan-fisiologi-payudara_2.html
http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2011/04/bidang-hodge.jpg
http://siebidhah911.blogspot.com/2012/05/anatomi-fisiologi-panggul.html
http://aribubun.blogspot.com/2013/05/anatomi-panggul.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar