Sabtu, 06 Desember 2014

makalah anatomi payudara dan panggul

MAKALAH
ANATOMI FISIOLOGI PAYUDARA DAN PANGGUL
Di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Anatomi Fisiologi
Dosen : Dian Sundawati., SST. MM
D III Kebidanan 1B

430033_10150613635643767_133049098766_10866577_341752927_n.jpg


Disusun oleh :

YULIYANTI
E.0106.14.062



YAYASAN PAMBUDHI LUHUR 1976
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
Jalan Kerkof no. 243 Telp./Fax : (022)6670015 Leuwigajah Kota Cimahi
2014/2015


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulilah saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad-Nya, sehingga saya dapat menyusun makalah tentang “Anatomi Fisiologi Payudara dan Panggul”. Makalah ini disusun untuk memenuhi sebagian dari tugas Anatomi Fisiologi. Tersusunnya makalah Anatomi Fisiologi ini tidak terlepas dari bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.         Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
2.         Ibu Dian Sundawati., SST. MM selaku dosen mata kuliah Anatomi Fisiologi.

Saya menyadari masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna dalam menyusun makalah ini, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki. Maka saran dan koreksi yang bersifat membangun sangat Kami butuhkan dari semua pihak.
Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat  bagi penulis sendiri  dan pembaca pada umumnya.


Cimahi,  November 2014


Penyusun











i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................           i     
DAFTAR ISI....................................................................................           ii
BAB I  : PENDAHULUAN...............................................................           1
A.      Latar Belakang.............................................................           1
B.      Rumusan Masalah........................................................           2
C.     Tujuan Penulisan..........................................................           2
D.     Sistematika Penulisan..................................................           2

BAB II  : PEMBAHASAN................................................................           3
A.      Anatomi Fisiologi Payudara...........................................           3
B.      Anatomi Fisiologi Panggul.............................................           9

BAB III  : PENUTUP.......................................................................           25
A.      Kesimpulan..................................................................           25
B.      Saran..........................................................................           25

DAFTAR PUSTAKA........................................................................           26



















ii

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia.Setiap manusia pada umumnya memiliki payudara, tetapi antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam fungsinya.Payudara yang matang adalah salah satu tanda pertumbuhan sekunder dari seorang perempuan dan merupakan salah satu organ yang indah dan menarik. Lebih dari itu, untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya, maka organ ini menjadi sumber utama kehidupan,  karena air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi.
Para ahli menyatakan bahwa tidak ada payudara pada makhluk hidup lain yang berjenis kelamin betina selain pada manusia yang memiliki besar yang bervariasi, relatif terhadap seluruh bagian tubuh, ketika tidak menyusui manusia adalah satu-satunya primata yang memiliki payudara yang menggelembung setiap saat. Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk luar dari payudara terhubung dengan faktor-faktor lain selain menyusui.Sebuah teori didasarkan pada sebuah fakta bahwa tidak seperti hampir semua primata, manusia yang berjenis kelamin perempuan tidak memberikan pandangan fisik yang jelas atas terjadinya ovulasi.Ini dapat berakibat secara perlahan pada manusia yang berjenis kelamin pria untuk berevolusi demi merespon tanda-tanda yang lebih jelas terhadap adanya ovulasi.
Dalam anatomi manusia, pelvis / panggul merupakan bagian dari inferioposterior batang pada perut di daerah transisi antara batang tubuh dan anggota tubuh bagian bawah (paha hingga kaki). Pelvis merupakan kata lain dari cekungan dan merupakan nama bagi panggul, disebut cekungan karena panggul kita berbentuk cekungan.
Pelvis adalah daerah batang tubuh yang berada di sebelah dorsokaudal terhadap abdomen dan merupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke extremitas inferior.  Pelvis bersendi dengan vertebra lumbalis ke-5 di bagian atas dan dengan caput femoris kanan dan kiri pada acetabulum yang sesuai. Pelvis dibatasi oleh dinding yang dibentuk oleh tulang, ligamentum, dan otot. Cavitas pelvis yang berbentuk seperti corong, memberi tempat kepada vesicaurinaria, alat kelamin pelvic, rectum, pembuluh darah dan limfe, dan saraf.

B.       Rumusan Masalah
a.       Bagaimana anatomi payudara ?
b.       Bagaimana anatomi panggul ?

C.       Tujuan Penulisan
a.       Untuk mengetahui anatomi payudara
b.       Untuk mengetahui anatomi panggul

D.       Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I  : PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
B.        Rumusan Masalah
C.       Tujuan Penulisan
D.       Sistematika Penulisan
BAB II  : PEMBAHASAN
A.        Anatomi Payudara
B.        Anatomi Panggul
BAB III  : PENUTUP
A.        Kesimpulan
B.        Saran
DAFTAR PUSTAKA



BAB II
PEMBAHASAN

A.       ANATOMI PAYUDARA
1.     Struktur Anatomi Payudara
Payudara wanita disebut juga dengan “ Grandula Mammaria “ adalah alat reproduksi tambahan.
Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
a.    Letak
Payudara wanita disebut juga glandula mammaria yang merupakan alat reprouksi tambahan.Payudara terletak pada sisi sternumdan meluas setinggi antara costa ke dua dan keenam.Payudara teletak pada fascia superficialis dinding rongga dada diatas musculus pectoralis mayor dan dibuat stabil oleh ligamentum suspensori.
Secara vertikal payudara terletak di antara kosta II dan VI, secara horizontal mulai dari pinggir sternum sampai linea aksilaris medialis. Kelenjar susu berada di jaringan subkutan, tepatnya di antara jaringan subkutan superfisial dan profundus, yang menutupi muskulus pektoralis mayor, sebagian kecil seratus anterior dan obliqus eksterna.
b.    Bentuk  dan Ukuran
Bentuk dan ukuran payudara akan bervariasi menurut aktifitas fungsionilnya seperti apa yang didapatkan pada masa sebelum pubertas, pubertas, adolesen, dewasa, menyusui dan multipara. Kedua payudara tidak selalu mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Bentuk payudara mulai terbentuk lengkap satu atau dua tahun setelah menstruasi pertamakali. Hamil dan menyusui akan menyebabkan payudara bertambah besar dan akan mengalami pengecilan (atrofi) setelah menopause.
Payudara akan  menutupi sebagian besar dinding dada. Payudara dibatasi oleh tulang selangka (klavikula) dan tulang dada (sternum).Jaringan payudara bisa mencapai ke daerah ketiak dan otot yang berada pada punggung bawah sampai lengan atas (latissimus dorsi). Payudara menjadi besar saat hamil dan menyusui dan biasanya mengecil setelah menopause.Pembesaran ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan stroma jaringan penyangga dan penimbunan jaringan lemak.
Berbagai bangsa, golongan dan zaman juga menunjukkan bentuk dan ukuran payudara yang berlainan, misalnya pada wanita nulipara yang berumur 16-21 tahun golongan etnik Maluku paling banyak menunjukkan bentuk hemisferik (separuh dari bulatan), bila dibandingkan dengan golongan etnik Cina dan Jawa yang masing-masing menunjukkan 76,47%; 71,75%; 63,29%. Tetapi sebaliknya golongan etnik Jawa paling banyak menunjukkan bentuk konikal (agak kerucut) daripada golongan etnik Maluku dan Cina, masing-masing 20,23%; 17,65%; 2,17%. Ukuran payudara rata-rata mahasiswa tahun 1975 sekitar 3,03 Lipiec, sedangkan siswa SMP tahun 1980 adalah 5,0 Lipiec, maka dapat disimpulkan bahwa memang ada kecenderungan membesarnya payudara pada generasi yang mendatang. Di samping itu juga ada perbedaan di antara warna, bentuk dan luas kalang payudara (areola mammae) serta lokasi dan bentuk putingnya, malah ukuran dari kedua payudara kanan dan kiri pada seseorang pasti jarang yang sama.


2.     Struktur Makroskopis
Masing masing payudara berbentuk tonjolan setengah bola dan mempunyai ekor (caudal). Dari jaringnan yang meluas ke ketiak atau axilla ( cauda axillaris spence ). Cauda Axillaris adalah jaringan payudara yang meluas ke arah axiila
Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
a.    Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.
Korpus alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung   membentuk saluran yang lebih besar (duktus laktiferus)
b.    Areola, yaitu bagian yang kehitaman di sekitar puting
Daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi dan masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm. Areola berwarna merah muda pada wanita yang berkulit cerah, lebih gelap pada wanita yang berkulit cokelat, dan warna tersebut menjadi gelap pada waktu hamil. Didaerah areola ini terletak kira-kira 20 glandula sebacea. Pada kehamilan areola ini membesar dan disebut tuberculum montgomery.
Letaknya mengelilingi puting susu dan berwarna kegelapan yang disebabkan oleh penipisan dan penimbunan pigmen pada kulitnya: Perubahan warna ini tergantung dari corak kulit dan adanya kehamilan. Pada wanita yang corak kulitnya kuning langsat akan berwarna jingga kemerahan, bila kulitnya kehitaman maka warnanya akan lebih gelap. Selama kehamilan warnanya akan menjadi lebih gelap dan warna ini akan menetap untuk selanjutnya, jadi tidak kembali lagi seperti warna aslinya semula.
Pada daerah ini akan didapatkan kelenjar keringat, kelenjar lemak dari Montgomery yang membentuk tuberkel dan akan membesar selama kehamilan. Kelenjar lemak ini akan menghasilkan suatu bahan yang dapat melicinkan kalang payudara selama menyusui. Di bawah ini kalang payudara terdapat duktus laktiferus yang merupakan tempat penampungan air susu. Luasnya kalang payudara bisa 1/3 - 1/2 dari payudara.
aroela


c.    Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara      
Terletak di pusat areola mammae setinggi iga ( costa ) ke-4. papilla mammae merupakan suatu tonjolan dengan panjang kira- kira 6 mm, tersusun atas jaringan erektil berpigmen dan merupakan bangunan yang sangat peka. Permukaan papilla mammae berlubang- lubang berupa ostium papillare kecil- kecil yang merupakan muara duktus lactifer.Duktus latifer ini di lapisi oleh epitel.
Terletak setinggi interkosta IV, tetapi berhubung adanya variasi bentuk dan ukuran payudara maka letaknyapun akan bervariasi pula. Pada tempat ini terdapat lubang-lubang kecil yang merupakan muara dari duktus laktiferus, ujung-ujung serat saraf, pembuluh darah, pembuluh getah bening, serat-serat otot polos yang tersusun secara sirkuler sehingga bila ada kontraksi maka duktus laktiferus akan memadat dan menyebabkan puting susu ereksi, sedangkan serat-serat otot yang longitudinal akan menarik kembali puting susu tersebut.
Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/datar, panjang dan terbenam(inverted).



3.     Struktur Mikroskopis
Payudara terdiri dari 15-25 lobus. Masing-masing lobus terdiri dari 20-40 lobulus, selanjutnya masing-masing lobulus terdiri dari 10-100 alveoli dan masing-masing dihubungkan dengan saluran air susu (sistem duktus) sehingga merupakan suatu pohon. Bila diikuti pohon tersebut dari akarnya pada puting susu, akan didapatkan saluran air susu yang disebut duktus laktiferus.
Di daerah kalang payudara duktus laktiferus ini melebar membentuk sinus laktiferus tempat penampungan air susu. Selanjutnya duktus laktiferus terus bercabang-cabang menjadi duktus dan duktulus.Tiap-tiap duktulus yang pada perjalanan selanjutnya disusun oleh sekelompok alveoli. Di dalam alveoli terdiri dari duktulus yang terbuka, sel-sel kelenjar yang menghasilkan air susu dan mioepithelium yang berfungsi memeras air susu keluar dari alveoli.
a.    Alveoli
Yang mengandung sel-sel yang mensekresi air susu. Setiap alveolus dilapisi oleh sel-sel yang mensekresi air susu, disebut acini. Yang mengekstraksi faktor-faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Di sekeliling setiap alveolus terdapat sel-sel mioepitel yang kadang disebut sel keranjang (basket cell)atau sel laba-laba (spider cell). Apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitosin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu kedalam duktus lactifer.
b.    Tubulus laktifer
Saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli
c.    Duktus laktifer
saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer. Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.
d.    Ampulla
Bagian dari ductus lactifer yang melebar, yang merupakan tempat menyimpan air susu. Ampulla terletak dibawah areola. Lanjutan masing-masing ductus lactifer. Meluas dari ampulla sampai muara papilla mammae.
e.    jaringan ikat & lemak
Jaringan penunjang & pelindung



B.       ANATOMI FISIOLOGI PANGGUL
1.    Kerangka Pelvis
Pada manusia dewasa, panggul terbentuk di punggung posterior (belakang) olehsakrum dan tulang ekor (bagian ekor dari kerangka axial), lateral dan anterior oleh sepasang tulang pinggul (bagian dari kerangka apendikularis). Pada manusia dewasa,panggul normal terdiri dari tiga tulang besar dan tulang ekor (3-5 tulang). Namun,sebelum masa pubertas tulang pinggul terdiri dari tiga tulang yang terpisah yaitu ilium, ichium, dan pubis.
Jadi, sebelum pubertas panggul dapat terdiri dari lebih dari sepuluh tulang, tergantung pada komposisi tulang ekor. Pinggul ini dibagi menjadi 2, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri tubuh. Kedua tulang pinggul yang terdiri dari 3 bagian, ilium, ichium dan pubis.
Bagian-bagian ini digabungkan bersama selama pubertas, yang berarti di masa kanak-kanak mereka adalah tulang terpisah.
Tulang sacrum merupakan penghubung tulang belakang ke panggul dan juga menjadi tempat yang memungkinkan bagi sepasang pinggul kita untuk melekat.
Pelvis merupakan cincin cekung berbentuk tulang yang menghubungkan kolomvertebral ke femurs. Fungsi utamanya untuk menyangga berat tubuh bagian atas ketikakita sedang duduk, berdiri dan beraktivitas. Fungsi sekundernya adalah untuk mengandung (pada wanita) ketika hamil dan melindungiviscera pelvis dan abdominopelvic viscera (bagian inferior saluran kemih,organ reproduksi internal). Tulang pinggul saling terhubung satu sama lain pada anterior pubis symphysis,dan posterior dengan sacrum pada sendi sacroiliac untuk membentuk cincin panggul. Cincin ini sangat stabil sehingga menyebabkan sedikitnya mobilitas/pergerakan.
Dasar panggul memiliki dua fungsi: Salah satunya adalah untuk menutup ronggapanggul dan perut, serta menanggung beban dari organ visceral, yang lain adalahuntuk mengontrol bukaan rektum dan organ urogenital yang menembus dasar pangguldan membuatnya lebih lemah. Untuk melakukan keduanya, dasar panggul terdiri daribeberapa lembar otot dan jaringan ikat.
2.    ANATOMI PANGGUL
Panggul atau pelvis terdiri atas 2 bagian  yaitu :
a.    Bagian keras yang dibentuk oleh tulang
Bagian keras pelvis yang dibentuk oleh tulang ada 2 bagian yaitu :
Ø Pelvis mayor
Mendukung isi perut seperti usus, hati, ginjal, pankreas dll
Ø Pelvis minor
Tempat organ-organ genetalia internal seperti uterus, ovarium, vagina, kandung kemih, dll
b.    Bagian lunak yang dibentuk oleh otot-otot dan ligamenta

Gelang panggul adalah penghubung antara badan dan anggota bawah. Sebagian kerangka aksial, yaitu tulang sakrum dan tulang koksigeus, yang letaknya terjepit antara 2 tulang koksa, turut membentuk tulang ini. Tulang koksa itu bersendi satu dengan lainnya di tempat simfisis pubis.
Ada pula tulang-tulang yang terdapat pada panggul / pelvis, diantaranya :
a.    Os Sacrum
Os sacrum terdiri dari lima vertebrae rudimenter yang bersatu membentuk tulang berbentuk baji yang cekung kearah anterior. Pinggir atas atau basis ossis sacri bersendi dengan vertebra lumbalis V. Pinggir inferior yang sempit bersendi dengan os coceygis. Di lateral, os sacrum bersendi dengan kedua os coxae membentuk ar ticulation sacroiliaca. Pinggir anterior dan atas vertebra sacralis pertama menonjol ke depan sebagai batas posterior apertura pelvis superior, disebut promontorium os sacrum, yang merupakan bagian penting bagi ahli kandungan untuk menentukan ukuran pelvis. Foramina vertebralia bersama-sama membentuk canalis sacralis.
Canalis sacralis berisi radix anterior dan posterior nervi lumbales, sacrales, dan coccygeus filum terminale dan lemak fibrosa.
b.    Os Coccygis
Os coccygis berartikulasi dengan sacrum di superior. Tulang ini terdiri dari empat vertebra rudimenter yang bersatu membentuk tulang segitiga kecil yang basisnya bersendi dengan ujung bawah sacrum.Vertebra coccygea hanya terdiri atas corpus, namun vertebra pertama mempunyai pr ocessus transverses rudimenter dan cornu coccygeum. Cornu adalah sisa pediculus dan processus articularis superior yang menonjol ke atas untuk bersendi dengan cornu sacrale.
c.    Os inominatum (tulang panggul)
Tulang ini terdiri dari tiga bagian komponen, yaitu: ilium, iskium, dan pubis. Saat dewasa tulang-tulang ini telah menyatu selurunya pada asetabulum.
J Ilium        : batas atas tulang ini adalah Krista ilika.Krista iliaka berjalan ke belakang dari spina iliaka anterior superior menuju spina iliaka posterior superior.
J Iskium     : terdiri dari spina di bagian posterior yang membatasi insisura iskiadika mayor (atas) dan minor (bawah). Tuberositas iskia adalah penebalan bagian bawah korpus iskium yang menyangga berat badan saat duduk. Ramus iskium menonjol ke depan dari tuberositas ini dan bertemu serta menyatu dengan ramus pubis inferior.
J Pubis       : terdiri dari korpus serta rami pubis superior dan inferior. Tulang iniberartikulasi dengan tulang pubis di tiap sisi simfisis pubis. Permukaan superior dari korpus memiliki krista pubikum dan tuberkulum pubikum. Foramen obturatorium merupakan lubangbesar yang dibatasi oleh rami pubis dan iskium.

d.    Pelvis major (panggul besar, pelvis spurium)
ð Terletak cranial terhadap aperture pelvis superior (aditus pelvis).
ð Terbuka dan melebar pada ujung atasnya dan harus dipikirkan sebagai bagiancavitas abdominalis.
ð Melindungi isi abdomen dan setelah kehamilan bulan ketiga, membantumenyokong uterus gravidarum
ð Selama stadium awal persalinan, pelvis major membantu menuntun janin masukke pelvis minor.
ð Kearah ventral dibatasi dinding abdomen, kearah lateral oleh fossa iliaca dextra dan fossa iliaka sinistra, dan kearah dorsal oleh vertebra L. S dan vertebra S1.

e.    Pelvis minor (panggul kecil, pelvis verum)
ð Berada antara aperture pelvis superior dan aperture pelvis inferior (exitus pelvis)
ð Merupakan lokasi visera pelvis (misalnya vesica urinaria.
ð Dibatasi oleh permukaan dalam os coxae, os sacrum, dan os coccygis.
ð Ke bawah dibatasi oleh diaphragma pelvis. 
ð Pelvis minor mempunyai pintu masuk, pintu keluar, dan sebuah cavitas.
ð Pelvis minor merupakan saluran tulang yang harus dilalui oleh janin padaproses persalinan.
Pada wanita, di luar kehamilan artikulasio hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar, misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih kurang 2,5 cm. Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan pada saat partus, dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os koksigis itu dapat ditekan ke belakang. Secara fungsional, panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor.

3.    TULANG-TULANG YANG MENYUSUN PANGGUL
Tulang panggul terdiri dari 4 buah tulang yaitu :
a.    2 buah tulang pangkal paha    ( os coxae )
Tulang coxae terdiri atas 3 buah tulang yang berhubungan satu sama lain.
Batas os coxae dari articulatio sakroiliaka sampai pertengahan pubis.
Ketiga tulang itu ialah :


1). Tulang usus         ( os illium)
Os illium terletak dari articulatio sakroilliaka sampai pinggir atas acetabulum.
Batas atasnya merupakan pinggir tulang yang tebal yang disebut CRISTA ILLIACA
Ujung depan maupun belakang dari crista illiaka menonjol terdiri atas 4 spina yaitu:
J  Spina illiaka anterior superior               (SIAS)
J  Spina illiaka anterior inferior                 (SIAI)
J  Spina illiaka posterior superior             (SIPS)
J  Spina illiaka posterior inferior               (SIPI)
Di bawah spina illiaka posterior inferior terdapat tekik yang disebut INCISURA ISCHIADIKA MAYOR
2). Tulang duduk       ( os ischium)
Os ischium terletak dari foramen obsturatorium sampai pada pinggir atas acetabulum. Tonjolan yang ada pada ischium yaitu SPINA ISCHIADICA
Tulang yang tebal yang menyangga berat badan pada saat duduk adalah TUBER ISCHADICUM
Bagian yang cekung besar sebelah atas disebut inchisura isciadica mayor. Bagian yang cekung kecil sebelah bawah disebut inchisura ischiadica minor.
3). Tulang kemaluan  ( os pubis )
Tulang yang membatasi sebuah lubang dalam tulang panggul dinamakan FORAMEN OBTURATORIUM.
Bagian atas yang menonjol pada os pubis dinamakan RAMUS SUPERIOR, cekungannya dinamakan LINEA INOMINATA atau LINEA TERMINALIS.
Pertemuan kedua ramus superior dinamakan tepi atas simfisis.
Pada bagian bawahnya dinamakan RAMUS INFERIOR, pertemuan antara ramus inferior membentuk tepi bawah simfisis.
Pada ramus inferior membentuk sudut yang disebut ARCUS PUBIS yang sudutnya tidak boleh kurang dari 90 derajat.

b.    1 buah tulang kelangkang     (os sacrum)
Tulang kelangkang berbentuk segitiga melebar di atas dan meruncing ke bawah.
Batas-batas dari os sacrum yaitu :
*   Articulatio sakro illiaca ( batas kanan dan kiri )
*   Prosesus lumbal ke 5 ( batas belakang atas )
*   Coccygis ( batas bawah )
*   Promontorium ( batas depan atas )
Pada pertengahan basis terdapat titik menonjol digunakan sebagai petunjuk saat melakukan pengukuran panggul dalam dinamakan PROMONTORIUM.
Pada bagian anterior memanjng sampai illium dinamakan sayap sacrum.
Lubang yang terdapat pada bagian depan dinamakan FORAMINA SACRALIA ANTERIORA.
Lubang yang terdapat pada bagian belakang dinamakan FORAMINA SACRALIA POSTERIORA.
Pada vertebra terdapat bagian yang berduri yang dinamakan KRISTA SAKRALIA.
Pada bagian samping tulang kelangkang berhubungan dengan kedua tulang pangkal paha dengan perantara articulatio sacroilliaca dan ke bawah dengan tulang tungging.

c.    1 buah tulang tungging          (os coccygis)
Berbentuk segitiga dan terdiri atas 3-5 ruas bersatu.
Pada persalinan ujung tulang tungging dapat ditolak sedikit ke belakang, hingga ukuran pintu bawah panggul bertambah besar.
Coccygis bersifat lentur, kelenturannya mempengaruhi lebar dari ukuran panggul dalam.

4.     JARINGAN  LUNAK PANGGUL
Bagian lunak panggul terdiri dari otot-otot dan ligamenta yang meliputi dinding panggul sebelah dalam dan yang menutupi panggul sebelah bawah, yang menutupi panggul dari bawah membentuk dasar panggul dan disebut DIAFRAGMA PELVIS.
Diafragma pelvis dari dalam ke luar terdiri atas :
a.    Musculus levator ani
Terdiri atas 3 bagian, dari depan ke belakang dapat dikenal :
>>    Musc. Pubo coccygeus dari os pubis ke septum anococcygeus.
>>    Musc. Ilio coccygeus dari arcus tendineus m.levator ani ke os coccygis dan septum anococcygeus.
>>    Musc. (ischio) coccygeus dari spina ischiadica ke pinggir sacrum dan coccygis.
b.    Pars membranacea yaitu diafragma urogenitale
Antara m.pubo coccygeus kiri kanan terdapat celah berbentuk segitiga yang disebut hiatus urogenitalis yang tertutup oleh sekat yang disebut diafragma urogenitale.

5.       DAERAH PERINIUM
Merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul, yang terdiri dari 2 bagian yaitu :
o  Regio analis di sebelah belakang
Terdapat m.sphincter ani externus yang mengelilingi anus
o  Regio urogenitalis
Terdapat :
-          M. Bulbo cavenosus, yang mengelilingi vulva
-          M. Ischio cavernosus
-          M. Transversus perinei superficialis

6.       BENTUK-BENTUK PANGGUL
Klasifikasi menurut Caldwell dan Molloy, bentuk panggul terbagi menjadi 4 yaitu :
a.    Panggul gynecoid
Panggul paling baik untuk perempuan.Bentuk pintu atas panggul hampir bulat. Diameter anteroposterior sama dengan diameter transversa bulat. Jenis ini ditemukan pada 45% wanita.
b.    Panggul android
Bentuk pintu atas panggul hampir segitiga.Umumnya pria mempunyai jenis seperti ini.Panjang diameter transversa dekat dengan sakrum.Pada wanita ditemukan 15%.
c.    Panggul anthropoid
Bentuk pintu atas panggul agak lonjong seperti telur.Panjang diameter anteroposterior lebih besar daripada diameter transversa. Jenis ini ditemukan 35% pada wanita
d.    Panggul platypeloid
Sebenarnya jenis ini adalah jenis ginekoid yang menyempit pada arah muka belakang.Ukuran melintang jauh lebih besar daripada ukuran muka belakang.Jenis ini ditemukan pada 5% perempuan.
7.       SUMBU PANGGUL
Sumbu panggul adalah garis yang menghubungkan pusat-pusat dari beberapa bidang di dalam panggul berupa garis lurus di bagian atas sampai suatu titik sedikit di atas spina ischiadika dan kemudian melengkung ke depan di daerah PBP.
Sumbu jalan lahir sedikit berbeda dari sumbu anatomis. Bagian atas dari jalan lahir merupakan silinder yang lurus tapi ujung bawahnya melengkung ke depan, ditentukan oleh perubahan dasar panggul karena desakan bagian depan anak.
INCLINATIO PELVIS
Inclinatio pelvis adalah sudut antara PAP dengan bidang sejajar pada wanita berdiri.Sudut ini sebesar 55 derajat. Besar dan kecilnya dapat mempengaruhi proses persalinan.

8.       BIDANG-BIDANG PANGGUL
a.    Pintu Atas Panggul
Pintu atas panggul adalah batas atas dari panggul kecil.
Bentuknya bulatan oval dengan panjang kesamping dan dibatasi oleh :
*      Promontorium
*      Sayap sacrum
*      Linea terminalis
*      Ramus superior
*      Pinggir atas symphysis
Biasanya 3 ukuran ditentukan dari PAP
1.    Ukuran muka belakang (diameter antero posterior, conjugata vera )
Dari promontorium ke pinggir atas symphysis, dikenal dengan nama conjugata vera dengan ukuran 11 cm.
Pada wanita hidup conjugata vera tak dapat diukur dengan langsung, tapi dapat diperhitungkan dari conjugata diagonalis (dari promontorium ke pinggir bawah symphysis)
2.    Ukuran melintang (diameter tranversal )
Adalah ukuran terbesar antara linea terminalis kanan dan kiri dengan jarak kurang lebih 13,5 cm
3.    Kedua ukuran serong ( diameter obliqua )
Dari articulatio sacroilliaka ke tuberpubikum dari belahan panggul yang bertentangan, dengan jarak kurang lebih 13 cm.
b.    Bidang Luas Panggul
Yaitu bidang dengan ukuran-ukuran terbesar.
Bidang luas panggul terbentang antara pertengahan symphysis, pertengahan acetabulum dan pertemuan antara ruas sacral II dan III
Ukuran muka belakang  12,75 cm, dan ukuran melintang 12,5 cm.
Bidang ini tidak menimbulkan kesukaran dalam persalinan.
c.    Bidang Sempit Panggul
Yaitu bidang dengan ukuran-ukuran terkecil.
Bidang sempit panggul terdapat setinggi pinggir bawah symphysis, kedua spina ischiadicae dan memotong sacrum krang lebih 1-2 cm di atas ujung sacrum.
Bidang ini paling sulit penilaiannya karena ukurannya paling kecil, dan sulit mengukurnya.
Kesempitan pintu bawah panggul biasanya disertai kesempitan bidang sempit panggul.

d.    Pintu Bawah Panggul
Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segitiga dengan dasar yang sama, ialah garis yang menghubungkan kedua tuber ischiadicum kiri dan kanan.
Puncak dari segitiga yang belakang adalah ujung os sacrum sedangkan segitiga depan dibatasi oleh arcus pubis.
Pada pintu bawah panggul biasanya ditentukan oleh 3 ukuran yaitu :
1.    Ukuran muka belakang
     Dari pinggir bawah symphysis ke ujung sacrum (11,5 cm)
2.    Ukuran melintang
     Ukuran antara tuber ischiadicum kiri dan kanan sebelah dalam (10,5cm)
3.    Diameter sagitalis posterior
     Dari ujung sacrum ke pertengahan ukuran melintang (7,5cm)

e.    Bidang Hodge
Bidang hodge untuk menentukan berapa jauh bagian depan anak itu turun ke dalam rongga panggul.
Bidang hodge antara lain :
§  Hodge I   : Ialah setinggi pintu atas panggul
§  Hodge II  : Sejajar dengan hodge I setinggi tepi bawah symphisis
§  Hodge III : Sejajar dengan hodge I setinggi spina ischiadica
§  Hodge IV : Sejajar dengan hodge I setinggi ujung os coccygis

9.       UKURAN-UKURAN PANGGUL
a.    Ukuran Dalam Panggul
-          Conjugata vera yaitu perbatasan dari tepi atas symphysis sampai ke promontorium, tidak dapat diukur secara klinis ( kurang lebih 11 cm )
-          Conjugata diagonalis yaitu tepi bawah symphysis sampai ke promontorium (kurang lebih 12-13 cm)
Cara mengukur conjugata diagonalis
-          Dengan 2 jari telunjuk dan jari tengah, melalui konkavitas dari sacrum, jari tengah digerakkan ke atas sampai dapat meraba promontorium.
-          Sisi radial dari jari telunjuk ditempelkan pada pinggir bawah symphysis dan tempat ini ditandai dengan kuku jari telunjuk tangan kiri.
-          Diameter oblique (menyilang) yaitu articulatio saccroilliaka sampai tuber pubicum (12,5 cm)
-          Diameter tranversal adalah jarak antara linea terminalis kiri dan kanan (13,5 cm )
b.    Ukuran Luar Panggul
ukuran luar panggul tidak dapat digunakan untuk penilaian apakah persalinan dapat berlangsung secara biasa atau tidak. Walaupun begitu ukuran luar panggul dapat memberi petunjuk akan kemungkinan panggul sempit.
Ukuran-ukuran luar panggul yaitu :
ð  Distania spinarum adalah jarak antara SIAS kiri dan kanan (26-28 cm)
ð  Distania cristarum adalah jarak antara crista iliaca kiri dan kanan (28-30 cm)
ð  Diastania boudeloque adalah jarak antara tepi atas symphysis sampai ruas lumbal ke 5 (18-20 cm)
ð  Lingkar panggul adalah dari tepi atas symphisys ke pertengahan SIAS lalu ke proxesus lumbal ke 5 kembali ke pertengahan SIAS dan kembali di tepi atas shymphisis (80-100 cm).

10.   OTOT – OTOT PELVIS
a.    M. piriformis
insersi : trokhanter mayor femur 
origo : bagian depan sacrum
persyarafan : pleksus sakralis.
Fungsi : memutar keluar femur pada artikulatio koksa
b.    M. obturatorius
origo : membran obturatoria dan bagian tulang panggul
insersi : trokhanter minor femur 
persyarafan : nervus obturatorius internus fleksus sakralis
fungsi : memutar keluar femur pada sendi koksae
c.    M. levator ani
origo : korpus pubis, fasia
insersi : korpus periniale, korpus ano koksigis kanalis ani.
persyarafan : nervus sakralis IV
fungsi : menyokong visera pubis spingter anorektal dan vagina
d.    splingter ani ekterus
J pars subkutanea,
J pars duperfisialis
J pars profunda
insersi : os kogsigis
persyarafan : nervus rektalis interior 
fungsi : membentuk splingter kanalis ani
e.    M. koksigeus
insersi : ujung bawah os sakrum dan os kogsigeus
origus : spina ikadia
persarafan : nervus sakralis IV – V
fungsi : membantu muskulus elevator ani menyokong visera
f.      M. pubo reektalis
insersi : sekitar perbatasan rektum dan kanalis ani
origo : os pubis
persarafan : nervus sakralis IV
fungsi : bersama splingter ani membentuk splingter volunter kanalis ani

g.    otot urogenital pria
ð muskulus bulbo spengosus,
ð muskulus iskiokavernosus
ð muskulus splingter uretra
ð muskulus tranvesus perenei profundus
h.    otot urogenital wanita
Ø m bulbo spengosus
Ø m iskiokavernosus
Gambar otot-otot pelvis 


11.   ARTERI PELVIS
Arteri dari pelvis adalah cabang dari arteri iliaka. Kecuali arteri rektum superior yang merupakan cabang dari arteri mesenterika inferior.
Cabang-cabang dari arteri iliaka interior adalah :
Ø iliolumbar 
Ø superior glutealolateral sacral
Ø inferior gluteal
Ø internal pudendal
Ø middle rectal
Ø inferior vescical (the uterine in the female)
Ø obturator 
Ø superior vesical
Ø bagian terminal dari iliaca yang tersumbat dan membentuk ligamentum ubilicalis lateral dinding anterior abdomen bawah






BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Secara anatomi payudara terdiri atas bagian makroskopis dan mikroskopis. Payudara (mammae, susu) adalah kalenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk menutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kalenjar payudara, yang beratnya lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
Pelvis adalah daerah batang tubuh yang berada di sebelah dorsokaudal terhadap abdomen dan merupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke extremitas inferior. Pelvis bersendi dengan vertebra lumbalis ke-5 di bagian atas dan dengan caput femoris kanan dan kiri pada acetabulum yang sesuai. Pelvis dibatasi oleh dinding yang dibentuk oleh tulang, ligamentum, dan otot.

B.       Saran
a.         Untuk Mahasiswa atau pembaca, makalah ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran mata kuliah Anatomi Fisiologi, khususnya dalam masalah Anatomi payudara dan panggul
b.         Untuk Dosen, kami mengharapkan dosen mata kuliah Anatomi Fisiologi, dapat terus mengarahkan dan membimbing kami dalam studi ini.












DAFTAR PUSTAKA

C.Pearce Evelyn, 2008, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
http://rianaocto.blogspot.com/2012/12/anatomi-fisiologi-payudara_1.html
http://bidanmafira.blogspot.com/2012/11/anatomi-dan-fisiologi-payudara.html
http://sichesse.blogspot.com/2012/11/makalah-anatomi-dan-fisiologi-payudara_2.html
http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2011/04/bidang-hodge.jpg
http://siebidhah911.blogspot.com/2012/05/anatomi-fisiologi-panggul.html
http://aribubun.blogspot.com/2013/05/anatomi-panggul.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar