Selasa, 04 November 2014

konsep kebidanan "paradigma sehat"

KONSEP KEBIDANAN
Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Mata Kuliah Konsep Kebidanan
DOSEN : L.Hendrowati, SST
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPhIHT5zWtl3-pF_nCbLaayLERlQME6R9LuhFcYXjh4WAM6lOZSuscT3d3t0Cqz9Ey7aOHx9vEZPAWinQkw_NpI9sh4X_DXWZ1y3gUGwYpsiVH-6ONfTE_eRy_l4bowJ2kclyHLudaQKKc/s1600/430033_10150613635643767_133049098766_10866577_341752927_n.jpg
                                           Disusun Oleh :
                                                            Eva Dea Cantika
                                                            Nuraisah
                                                            Reza Nur Meilani
                                                            Siti Nurjanah
                                                            Susilawati
                                                            Yuliyanti

D3 KEBIDANAN 1 B
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI

2014




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ......... ii
BAB I  :  Pendahuluan....................................................................................... ......... 1
1.1    Latar Belakang......................................................................................................................... 1
1.2    Rumusan Masalah.................................................................................................................. 1
1.3    Tujuan Penulisan.................................................................................................................... 1
1.4    Metoda Penulisan................................................................................................................... 2
1.5    Sistematika Penulisan............................................................................................................ 2
1.6    Manfaat Penulisan.................................................................................................................. 2
BAB II  :  Pembahasan...................................................................................... ......... 3
2.1      Definisi Paradigma Sehat..................................................................................................... 3
2.2      Mengetahui Dasar Pemikiran Paradigma Sehat............................................................. 5
2.3      Mengetahui Strategi Pembangunan Kesehatan ............................................................. 6
2.4      Mengetahui Faktor yang Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat...................... 7
2.5      Mengetahui Upaya Kesehatan yang ada.......................................................................... 7
2.6      Mengetahui Kesehatan dan Komitmen Politik................................................................. 9
2.7      Mengetahui Strategi Pembangunan Kesehatan.............................................................. 10
2.8... Mengetahui Pilar Indonesia Sehat..................................................................................... 10
2.9... Mengetahui Indikator Utama Indonesia Sehat................................................................. 11
BAB III:Penutup................................................................................................ ......... 12
3.1 kesimpulan................................................................................................................................. 12
3.2 Saran........................................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... ......... 13

ii




BAB I
PENDAHULUAN
1.1          Latar Belakang
Sejalan dengan pemahaman dan pengetahuan kita, konsep sehat dalam upaya penanganan kesehatan penduduk sudah mengalami banyak perubahan. Banyak negara berkembang termasuk Indonesia , sampai saat ini melakukan penanganan kesehatan masih berupa program-program konvensional yang masih menekankan pada pengembangan rumah sakit-rumah sakit, penanganan penyakit secara individual, spesialis, terutama penanganan peristiwa sakit secara episodik.
Program kesehatan jangka panjang tidak menguntungkan karena akan berkumpul di tempat yang banyak uang yaitu kota-kota besar, dari segi ekonomi upaya kesehatan yang berorientasi kuratif bersifat konsumtif tidak produktif.

1.2          Rumusan Masalah
1.       Apa Definisi Paradigma Sehat ?
2.       Apa Dasar Pemikiran Paradigma Sehat ?
3.       Bagaimana Strategi Pembangunan Kesehatan ?
4.       Apa Faktor yang Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat ?
5.       Apa Upaya Kesehatan yang ada ?
6.       Bagaimana Kesehatan dan Komitmen Politik ?
7.       Bagaimana Strategi Pembangunan Kesehatan ?
8.       Apa Pilar Indonesia Sehat ?
9.       Apa Indikator Utama Indonesia Sehat ?

1.3          Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui Definisi Paradigma Sehat
2.    Mengetahui Dasar Pemikiran Paradigma Sehat
3.    Mengetahui Strategi Pembangunan Kesehatan
4.    Mengetahui Faktor yang Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat
5.    Mengetahui Upaya Kesehatan yang ada
6.    Mengetahui Konsekwensi/Implikasi Dari Perubahan Paradigma
7.    Mengetahui Kesehatan dan Komitmen Politik
8.    Mengetahui Strategi Pembangunan Kesehatan
9.    Mengetahui Pilar Indonesia Sehat
10. Mengetahui Indikator Utama Indonesia Sehat

1.4          Metode Penulisan
Didalam menyelesaikan makalah ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif sehingga pembaca dapat lebih mudah untuk memahami isi dari makalah ini, selain itu juga pembaca mengambil beberapa sumber tidak hanya dari buku tetapi juga dari internet

1.5          Sistematika Penulisan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I      : Pendahuluan
BAB II     : Pembahasan
BAB III    : Penutup
Daftar Pustaka

1.6          Manfaat penulisan
Ø Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan terutama yang berkaitan dengan Konsep Kebidanan.
Ø Dapat menjalin kekompakan diantara anggota kelompok.
Ø Sebagai bahan pembelajaran dalam membuat makalah yang benar sesuai metodenya.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1     Definisi Paradigma Sehat
          Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
          Paradigma sehat mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik secara makro maupun mikro. Secara makro, berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan, minimal memberi sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat. Secara makro, berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilatif. Lebih dari itu, paradigma sehat adalah bagian dari pembangunan peradaban dan kemanusiaan secara keseluruhan. Paradigma sehat adalah perubahan mental dan watak dalam pembangunan.
          Paradigma sehat adalah perubahan sikap dan orientasi ( mindset ), yaitu sebagai berikut:
1.     pola pikir yang memandang kesehatan sebagai kebutuhan yang bersifat pasif, menjadi sesuatu yang bersifat aktif, yang mau tidak mau harus diupayakan, karena kesehatan merupakan keperluan dan bagian dari hak asasi manusia (HAM).
2.       Sehat bukan hal yang konsumtif, melainkan suatu investasi karena menjamin tersedianya SDM yang produktif secara sosial dan ekonomi.
3.       Kesehatan yang semula hanya berupa penanggulangan yang bersifat jangka pendek ke depannya akan menjadi bagian dari upaya pengembangan SDM yang bersifat jangka panjang.
4.       Pelayanan kesehatan tidak hanya pelayanan medis yang melihat bagian dari yang sakit/penyakit, tetapi merupakan pelayanan kesehatan paripurna yang memandang manusia secara utuh.
5.       Kesehatan tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat mental dan sosial.
6.       Pelayanan kesehatan tidak lagi terpecah-pecah (fragmented), tetapi terpadu (integrated).
7.       Fokus kesehatan tidak hanya penyakit, tetapi juga bergantung pada permintaan pasar.
8.       Sasaran pelayanan kesehatan bukan hanya masyarakat umum (pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan umum), melainkan juga masyarakat swasta (pelayanan kesehatan untuk perorangan/pribadi, misalnya homecare ).
9.       Kesehatan bukan hanya menjadi urusan pemerintah, melainkan juga menjadi urusan swasta.
10.   Biaya yang ditanggung pemerintah adalah untuk keperluan publik (seperti pemberantasan penyakit menular, penyuluhan kesehatan), sedangkan keperluan lainnya perlu ditanggung bersama dengan pengguna jasa.
11.   Biaya kesehatan bergeser dari pembayaran setelah pelayanan menjadi pembayaran di muka dengan model Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat.
12.   Kesehatan tidak hanya berfungsi sosial, tetapi juga dapat berfungsi ekonomi.
13.   Pengaturan kesehatan tidak lagi diatur dari atas (top down), tetapi berdasarkan aspirasi dari bawah (bottom up).
14.   Pengaturan kesehatan tidak lagi tersentralisasi, tetapi telah terdesantralisasi.
15.   Pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat birokratis tetapi entrepreuner.
16.   Masyarakat tidak sekedar ikut berperan serta, tetapi telah berperan sebagai mitra.

2.2     Dasar Pemikiran Paradigma Sehat
Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif. Sehat bukanlah hal yang konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.
Kesehatan merupakan salah satu dari tiga faktor utama yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, disamping pendidikan dan pendapatan (ekonomi). Oleh karena itu, kualitas kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan. Sehat juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri. Mensyukuri karunia dapat ditunjukan dengan perkataan, perasaan, dan perbuatan. Bersyukur dengan perbuatan ditunjukan dengan memelihara kesehatan dan berupaya untuk meningkatkannya.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan lebih efektif daripada mengobati penyakit. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan (promosi) dan pencegahan penyakit (preventif) perlu ditekankan tanpa mengesampingkan upaya penyembuhan dan pemulihan. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki konstribusi yang sangat besar terhadap kualitas derajat kesehatan. Di pihak lain, faktor lingkungan dan perilaku terkait dengan banyak sektor di luar kesehatan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dampak  pembangunan semua sektor dibidang kesehatan.
Adanya transisi demografis dan epidemologis, tantangan global dan regional, perkembangan iptek, tumbuhya era desentralisasi, serta maraknya demokratisasi disegala bidang, mendorong perlunya upaya peninjauan kebijakan yang ada serta perumusan paradigma baru dibidang kesehatan.
Berdasarkan paradigma sehat, dirumuskan visi, misi dan strategi pembangunan kesehatan. Visi Indonesia Sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilku sehat, mampu memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memilki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Indonesia sehat 2010  ini merupakan visi dan arah pembangunan yang kita selenggarakan. Misi Pembangunan kesehatan adalah :
1.         Menggerakan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan. Artinya, semua sektor memiliki peran dan pengaruh dalam bidang kesehatan. Kebijakan pembangunan semua sektor perlu memperhatikan dampaknya di bidang kesehatan.
2.         Mendorong kemandirian  masyarakat untuk hidup sehat. Artinya, memperdayakan masyarakat melalui berbagai potensi yang ada di masyarakat. Inilah sebenarnya yang merupakan kunci keberhasilan pembangunan kesehatan.
3.         Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, perbatasan, serta transmigrasi.
4.         Meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat termasuk lingkungannya.

2.3          Strategi Pembangunan Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan memiliki strategi :
1.         Pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan. Semua kebijakan nasional yang diselenggarakan harus berwawasan kesehatan, setidak-tidaknya harus memberi kontribusi positif terhadap pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
2.         Profesionalisme. Pelayanan kesehatan yang bermutu perlu didukung dengan penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan nilai-nilai agama, moral, dan etika.
3.         Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Penataan sistem pembiayaan kesehatan yang menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat luas.
4.         Desentralisasi. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus didasarkan pada masalah dan potensi spesifik daerah tertentu, yaitu pengaturannya disesuaikan dengan rumah tangga masing-masing daerah.

2.4          Faktor yang Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat
Faktor yang mendorong perlu adanya paradigma sehat diantaranya adalah :
a.         Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif.
b.         Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis.
c.         Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degeneratif.
d.         Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus.
e.         Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk.

2.5     Upaya Kesehatan yang ada
Upaya kesehatan yang berorientasi pada penanggulangan penyakit, indikator yang sering digunakan adalah cakupan pelayanan, ratio ketersediaan dokter, banyaknya rumah sakit dan puskesmas dan sebagainya. Sebenarnya apabila kita pikirkan secara lebih kritis, banyaknya dokter, rumah sakit atau puskesmas tidak menjamin masyarakat menjadi sehat. Upaya kesehatan dengan pendekatan penyembuhan terhadap penyakit membuat upaya kesehatan tersebut dinilai
Oleh karena itu, pemerintah sekarang harus segera merencanakan perubahan upaya kesehatan yang berorientasi pada Pembinaan Kesehatan Banga ( Shaping The Health of The Nation ) yaitu Upaya Kesehatan yang dalam jangka panjang dapat menjamin kemandirian dan ketahanan penduduk untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat dan membebaskan ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap dokter dan obat.
Upaya kesehatan yang selama ini dilakukan masih berorientasi pada upaya penanggulangan penyakit secara episodik dan upaya penyembuhan saja. Upaya kesehatan yang demikian ini sering kali menyesatkan pola pikir kita bahwa seolah – olah apabila semua orang sakit bisa diobati, maka masyarakat menjadi sehat. Upaya kesehatan harusnya diarahkan untuk dapat membawa setiap penduduk memiliki kesehatan yang optimal agar bisa hidup produktif. Orientasi baru upaya kesehatan adalah orientasi memelihara dan meningkatkan kesehatan penduduk, yang merupakan suatu orientasi sehat positif sebagai kebalikan dari orientasi pengobatan penyakit yang bersifat Kuratif – Responsif. Dengan kata lain, Program kesehatan yang berorientasi pada upaya Kuratif merupakan ” Health Program for Survival ”, sedangkan Program kesehatan yang berorientasi pada upaya Promotif dan Preventif merupakan ” Health Program for Human Development ”. Upaya kesehatan dengan ” Health Oriented Approach ” . Dalam jangka panjang akan menjamin kemandirian yang lebih besar, meningkatkan ketahanan mental dan fisik penduduk, dan bermuara pada terciptanya SDM yang berkualitas yang sangat diperlukan untuk melaksanakan pembangunan.
Upaya pelayanan kesehatan yang menekankan pada Upaya Kuratif-Rehabilitatif kurang menguntungkan karena :
a)         Intervensi yang dilakukan pada orang sakit tidak menguntungkan karena :
􀂾 Penderita telah kehilangan produktifitas,
􀂾 Yang bersangkutan harus berobat,
􀂾 Untuk kembali pada keadaan sehat – produktif memerlukan waktu lama.
b)         Upaya Kuratif – Rehabilitatif dalam jangka panjang tidak menguntungkan karena permintaan terhadap jenis pelayanan kuratif akan terus meningkat, sementara itu pelayanan kuratif cenderung terkumpul pada tempat – tempat yang tersedia banyak uang, yaitu di kota – kota besar saja.
c)         Dari segi Ekonomi, investasi pada orang yang TIDAK atau BELUM Sakit ( SEHAT ) lebih Cost Effective dan lebih Produktif daripada terhadap orang sakit.
d)         Untuk meningkatkan kesehatan penduduk lebih baik tidak melalui penyediaan banyak obat.


2. 6    Kesehatan dan Komitmen Politik
Masalah kesehatan pada dasarnya adalah masalah politik, oleh karena itu untuk memecahkan masalah kesehatan diperlukan komitmen politik. Pembangunan sosial ekonomi yang baik diperlukan tenaga pembangunan yang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang tangguh. Dewasa ini masih terasa adanya anggapan bahwa unsur kesehatan penduduk tidak banyak berperan terhadap pembangunan sosial ekonomi. Para penentu kebijakan banyak yang beranggapan sektor kesehatan lebih merupakan sektor konsumtif ketimbang sektor produktif sebagai penyedia sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga apabila ada alokasi dalam sektor ini kurang diperhatikan.
Sementara itu para pakar kesehatan belum mampu memperlihatkan secara jelas manfaat investasi bidang kesehatan dalam menunjang pembangunan negara. Kesenjangan derajat kesehatan masyarakat antar wilayah perlu segera diatasi. Investasi yang selama ini lebih ditekankan pada penambahan fasilitas, peralatan dan tenaga medis perlu ditinjau kembali. Banyaknya Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik, Bidan, Dokter, Perawat dll, bukan merupakan jaminan meningkatnya kesehatan penduduk.
Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pemecahan masalah kesehatan tidak bisa ditemukan di bangsal – bangsal rumah sakit ataupun ruang tunggu poliklinik atau puskesmas, melainkan di Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan juga gedung DPR. Pergeseran paradigma dari pelayanan medis ke pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat memerlukan pembaharuan komitmen politik dari pemerintah.
2.7     Strategi Pembangunan Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan memiliki strategi :
1.    Pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan. Semua kebijakan nasional yang diselenggarakan harus berwawasan kesehatan, setidak-tidaknya harus memberi kontribusi positif terhadap pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
2.    Profesionalisme. Pelayanan kesehatan yang bermutu perlu didukung dengan penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan nilai-nilai agama, moral, dan etika.
3.    Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Penataan sistem pembiayaan kesehatan yang menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat luas.
4.    Desentralisasi. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus didasarkan pada masalah dan potensi spesifik daerah tertentu, yaitu pengaturannya disesuaikan dengan rumah tangga masing-masing daerah

2.8    Pilar Indonesia Sehat
Tiga pilar Indonesia sehat, antara lain :
1.         Lingkungan sehat, adalah lingkungan yang kondusif untuk hidup yang sehat, yakni bebas polusi, tersedia air bersih, lingkungan memadai, perumahan-pemukiman sehat, perencanaan kawasan sehat, terwujud kehidupan yang saling tolong-menolong dengan tetap memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
2.         Perilaku sehat, yaitu bersikap proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan (contih: aktifitas fisik, gizi seimbang), mencegah resiko terjadinya penyakit (contoh: tidak merokok), melindungi diri dari ancaman penyakit (contoh: memakai helm dan sabuk pengaman, JPKM), berperan aktif dalam gerakan kesehatan (contoh: aktif di posyandu).
3.         Pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata, yang menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa adanya hambatan ekonomi, sesuai dengan standar dan etika profesi, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, serta memberi kepuasan kepada pengguna jasa.
2.9     Indikator Utama Indonesia Sehat
Indikator utama Indonesia sehat, yaitu :
1.         Lingkungan sehat: 80% rumah sehat, 90% keluarga menggunakan air bersih, 85% keluarga menggunakan jamban sehat, 80% sekolah sehat, 80% Kabupaten/kota sehat.
2.         Perilaku sehat: 80% penduduk berperilaku sehat (aktivitas fisik, makan dengan gizi baik, dan tidak merokok); 80% tatanan keluarga sehat.
3.         Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau: Setiap kecamatan memiliki 1,5 puskesmas; pemanfaatan sarana yankes 80%; pengunjung/pasien puas akan pelayanan kesehatan; rasio desa terhadap posyandu adalah 1:5 (minimal salah satunya purnama/mandiri); 100% balita telah diimunisasi.
4.         Derajat kesehatan: Angka harapan hidup 67,9 tahun, angka kematian bayi 35 per 1000 kelahiran hidup, angka kematian ibu 125 per 100.000 kelahiran, angka kematian kasar 7,5 per 1000 penduduk.

















BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
Dari hasil diskusi kami, Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Dasar Pemikiran Paradigma Sehat Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif. Sehat bukanlah hal yang konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.

3.2          Saran
1.    Untuk Mahasiswa atau pembaca, makalah ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran mata kuliah Konsep Kebidanan.
2.    Untuk Dosen, kami mengharapkan dosen mata kuliah konsep kebidanan, dapat terus mengarahkan dan membimbing kami dalam studi ini.


DAFTAR PUSTAKA

allinonekip.blogspot.com/2013/11/paradigma-sehat_13.html



1 komentar:



  1. LEGENDAQQ.NET
    Kami Hadirkan Permainan Baru 100% FAIR PLAY Dari Legendaqq.Net. :) 1 ID Untuk 8 Games :
    - Domino99
    - BandarQ
    - Poker
    - AduQ
    - Capsa Susun
    - Bandar Poker
    - Sakong Online
    - Bandar 66

    Nikmati Bonus-Bonus Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Di Situs Kami LegendaQQ.Net. info Situs Resmi, Aman Dan Terpercaya ^^ Keunggulan LegendaQQ.Net :
    - Tingkat Persentase Kemenangan Yang Besar
    - Kartu Anda Akan Lebih Bagus
    - Bonus TurnOver Atau Cashback Di Bagikan Setiap 5 Hari
    - Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
    - Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
    - Tidak Ada Batas Untuk Melakukan Withdraw/Penarikan Dana
    - Pelayanan Yang Ramah Dan Memuaskan
    - Dengan Server Poker-V Yang Besar Beserta Ribuan pemain Di Seluruh Indonesia,
    - LegendaQQ.Net Pasti Selalu Ramai Selama 24 Jam Setiap Harinya.
    - Permainan Menyenangkan Dengan Dilayani Oleh CS cantik, Sopan, Dan Ramah.

    Fasilitas BANK yang di sediakan :
    - BCA
    - Mandiri
    - BNI
    - BRI
    - Danamon

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At LegendaQQ.Net ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
    - BBM : 2AE190C9
    - Facebook : LegendaqqPoker

    Link Alternatif :
    - www.legendaqq(dot)net
    - www.legendapelangi(dot)com
    NB : untuk login android / iphone tidak menggunakan www dan spasi ya boss ^_^

    BalasHapus