KONSEP KEBIDANAN
Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi
Salah Satu Mata Kuliah Konsep Kebidanan
DOSEN : L.Hendrowati, SST

Disusun Oleh :
Eva
Dea Cantika
Nuraisah
Reza
Nur Meilani
Siti
Nurjanah
Susilawati
Yuliyanti
D3
KEBIDANAN 1 B
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR
CIMAHI
2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ......... ii
BAB I : Pendahuluan....................................................................................... ......... 1
1.1 Latar Belakang......................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................................. 1
1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................................................... 1
1.4 Metoda Penulisan................................................................................................................... 2
1.5 Sistematika Penulisan............................................................................................................ 2
1.6 Manfaat Penulisan.................................................................................................................. 2
BAB II : Pembahasan...................................................................................... ......... 3
2.1 Definisi Paradigma Sehat..................................................................................................... 3
2.2 Mengetahui Dasar Pemikiran
Paradigma Sehat............................................................. 5
2.3 Mengetahui Strategi
Pembangunan Kesehatan ............................................................. 6
2.4 Mengetahui Faktor yang
Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat...................... 7
2.5 Mengetahui Upaya Kesehatan yang ada.......................................................................... 7
2.6 Mengetahui Kesehatan dan Komitmen
Politik................................................................. 9
2.7 Mengetahui Strategi Pembangunan
Kesehatan.............................................................. 10
2.8... Mengetahui Pilar Indonesia Sehat..................................................................................... 10
2.9... Mengetahui Indikator Utama Indonesia Sehat................................................................. 11
BAB
III:Penutup................................................................................................ ......... 12
3.1 kesimpulan................................................................................................................................. 12
3.2 Saran........................................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... ......... 13
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sejalan
dengan pemahaman dan pengetahuan kita, konsep sehat dalam upaya penanganan
kesehatan penduduk sudah mengalami banyak perubahan. Banyak negara berkembang
termasuk Indonesia , sampai saat ini melakukan penanganan kesehatan masih
berupa program-program konvensional yang masih menekankan pada pengembangan
rumah sakit-rumah sakit, penanganan penyakit secara individual, spesialis,
terutama penanganan peristiwa sakit secara episodik.
Program kesehatan jangka
panjang tidak menguntungkan karena akan berkumpul di tempat yang banyak uang
yaitu kota-kota besar, dari segi ekonomi upaya kesehatan yang berorientasi
kuratif bersifat konsumtif tidak produktif.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Apa Definisi Paradigma Sehat
?
2. Apa Dasar Pemikiran Paradigma
Sehat ?
3. Bagaimana Strategi
Pembangunan Kesehatan ?
4. Apa Faktor yang Mendorong
Perlu Adanya Paradigma Sehat ?
5. Apa Upaya Kesehatan yang ada ?
6. Bagaimana Kesehatan dan Komitmen
Politik ?
7. Bagaimana Strategi
Pembangunan Kesehatan ?
8. Apa Pilar Indonesia Sehat ?
9. Apa Indikator
Utama Indonesia Sehat ?
1.3
Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui Definisi
Paradigma Sehat
2. Mengetahui Dasar Pemikiran
Paradigma Sehat
3. Mengetahui Strategi
Pembangunan Kesehatan
4. Mengetahui Faktor yang
Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat
5. Mengetahui Upaya Kesehatan yang ada
6. Mengetahui Konsekwensi/Implikasi Dari
Perubahan Paradigma
7. Mengetahui Kesehatan dan Komitmen
Politik
8. Mengetahui Strategi
Pembangunan Kesehatan
9. Mengetahui Pilar Indonesia Sehat
10. Mengetahui Indikator Utama
Indonesia Sehat
1.4
Metode
Penulisan
Didalam menyelesaikan
makalah ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif sehingga pembaca
dapat lebih mudah untuk memahami isi dari makalah ini, selain itu juga pembaca
mengambil beberapa sumber tidak hanya dari buku tetapi juga dari internet
1.5
Sistematika
Penulisan
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB
I : Pendahuluan
BAB
II : Pembahasan
BAB
III : Penutup
Daftar
Pustaka
1.6
Manfaat
penulisan
Ø Menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan terutama yang berkaitan
dengan Konsep Kebidanan.
Ø Dapat
menjalin kekompakan diantara anggota kelompok.
Ø Sebagai
bahan pembelajaran dalam membuat makalah yang benar sesuai metodenya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Paradigma Sehat
Paradigma sehat
adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang
masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat
lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan,
pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan
penyakit atau pemulihan kesehatan.
Paradigma sehat
mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik secara makro maupun
mikro. Secara makro, berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan
dampaknya dibidang kesehatan, minimal memberi sumbangan dalam pengembangan
lingkungan dan perilaku sehat. Secara makro, berarti bahwa pembangunan
kesehatan harus menekankan pada upaya promotif dan preventif, tanpa
mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilatif. Lebih dari itu, paradigma sehat
adalah bagian dari pembangunan peradaban dan kemanusiaan secara keseluruhan.
Paradigma sehat adalah perubahan mental dan watak dalam pembangunan.
Paradigma sehat
adalah perubahan sikap dan orientasi ( mindset ), yaitu sebagai berikut:
1. pola pikir yang memandang kesehatan sebagai kebutuhan
yang bersifat pasif, menjadi sesuatu yang bersifat aktif, yang mau tidak mau
harus diupayakan, karena kesehatan merupakan keperluan dan bagian dari hak
asasi manusia (HAM).
2. Sehat bukan hal yang konsumtif, melainkan suatu
investasi karena menjamin tersedianya SDM yang produktif secara sosial dan
ekonomi.
3. Kesehatan yang semula hanya berupa penanggulangan yang
bersifat jangka pendek ke depannya akan menjadi bagian dari upaya pengembangan
SDM yang bersifat jangka panjang.
4. Pelayanan kesehatan tidak hanya pelayanan medis yang
melihat bagian dari yang sakit/penyakit, tetapi merupakan pelayanan kesehatan
paripurna yang memandang manusia secara utuh.
5. Kesehatan tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat
mental dan sosial.
6. Pelayanan kesehatan tidak lagi terpecah-pecah (fragmented),
tetapi terpadu (integrated).
7. Fokus kesehatan tidak hanya penyakit, tetapi juga
bergantung pada permintaan pasar.
8. Sasaran pelayanan kesehatan bukan hanya masyarakat
umum (pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan umum), melainkan juga
masyarakat swasta (pelayanan kesehatan untuk perorangan/pribadi, misalnya homecare
).
9. Kesehatan bukan hanya menjadi urusan pemerintah,
melainkan juga menjadi urusan swasta.
10. Biaya yang ditanggung pemerintah adalah untuk
keperluan publik (seperti pemberantasan penyakit menular, penyuluhan
kesehatan), sedangkan keperluan lainnya perlu ditanggung bersama dengan
pengguna jasa.
11. Biaya kesehatan bergeser dari pembayaran setelah
pelayanan menjadi pembayaran di muka dengan model Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan Masyarakat.
12. Kesehatan tidak hanya berfungsi sosial, tetapi juga
dapat berfungsi ekonomi.
13. Pengaturan kesehatan tidak lagi diatur dari atas (top
down), tetapi berdasarkan aspirasi dari bawah (bottom up).
14. Pengaturan kesehatan tidak lagi tersentralisasi,
tetapi telah terdesantralisasi.
15. Pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat birokratis
tetapi entrepreuner.
16. Masyarakat tidak sekedar ikut berperan serta, tetapi
telah berperan sebagai mitra.
2.2 Dasar
Pemikiran Paradigma Sehat
Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat
merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu
dipertahankan dan dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk kehidupan
yang produktif. Sehat bukanlah hal yang konsumtif, melainkan prasyarat agar
hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.
Kesehatan merupakan salah satu dari tiga faktor utama
yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, disamping pendidikan dan
pendapatan (ekonomi). Oleh karena itu, kualitas kesehatan perlu dipelihara dan
ditingkatkan. Sehat juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri.
Mensyukuri karunia dapat ditunjukan dengan perkataan, perasaan, dan perbuatan.
Bersyukur dengan perbuatan ditunjukan dengan memelihara kesehatan dan berupaya
untuk meningkatkannya.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan lebih efektif
daripada mengobati penyakit. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan
(promosi) dan pencegahan penyakit (preventif) perlu ditekankan tanpa
mengesampingkan upaya penyembuhan dan pemulihan. Derajat kesehatan dipengaruhi
oleh faktor lingkungan perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor
lingkungan dan perilaku memiliki konstribusi yang sangat besar terhadap
kualitas derajat kesehatan. Di pihak lain, faktor lingkungan dan perilaku
terkait dengan banyak sektor di luar kesehatan. Oleh karena itu, perlu
diperhatikan dampak pembangunan semua sektor dibidang kesehatan.
Adanya transisi demografis dan epidemologis, tantangan
global dan regional, perkembangan iptek, tumbuhya era desentralisasi, serta
maraknya demokratisasi disegala bidang, mendorong perlunya upaya peninjauan
kebijakan yang ada serta perumusan paradigma baru dibidang kesehatan.
Berdasarkan paradigma sehat, dirumuskan visi, misi dan
strategi pembangunan kesehatan. Visi Indonesia Sehat 2010 adalah
gambaran masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang, yang penduduknya
hidup dalam lingkungan dan perilku sehat, mampu memperoleh pelayanan kesehatan
yang bermutu secara adil dan merata, serta memilki derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Indonesia sehat 2010 ini merupakan visi dan arah
pembangunan yang kita selenggarakan. Misi Pembangunan kesehatan adalah :
1.
Menggerakan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan. Artinya, semua
sektor memiliki peran dan pengaruh dalam bidang kesehatan. Kebijakan
pembangunan semua sektor perlu memperhatikan dampaknya di bidang kesehatan.
2.
Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Artinya,
memperdayakan masyarakat melalui berbagai potensi yang ada di masyarakat.
Inilah sebenarnya yang merupakan kunci keberhasilan pembangunan kesehatan.
3.
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata yang dapat
menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah
terpencil, perbatasan, serta transmigrasi.
4.
Meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat termasuk
lingkungannya.
2.3
Strategi Pembangunan Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan memiliki strategi :
1.
Pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan. Semua kebijakan nasional yang
diselenggarakan harus berwawasan kesehatan, setidak-tidaknya harus memberi
kontribusi positif terhadap pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
2.
Profesionalisme. Pelayanan kesehatan yang bermutu perlu didukung dengan
penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan
nilai-nilai agama, moral, dan etika.
3.
Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Penataan sistem pembiayaan kesehatan
yang menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat luas.
4.
Desentralisasi. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus didasarkan pada
masalah dan potensi spesifik daerah tertentu, yaitu pengaturannya disesuaikan
dengan rumah tangga masing-masing daerah.
2.4
Faktor yang Mendorong Perlu Adanya Paradigma Sehat
Faktor yang mendorong perlu adanya paradigma
sehat diantaranya adalah :
a.
Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak
efektif.
b.
Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur
sehat produktif sosial ekonomis.
c.
Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik
degeneratif.
d.
Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan
khusus.
e.
Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan
penduduk.
2.5 Upaya
Kesehatan yang ada
Upaya kesehatan yang
berorientasi pada penanggulangan penyakit, indikator yang sering digunakan
adalah cakupan pelayanan, ratio ketersediaan dokter, banyaknya rumah sakit dan
puskesmas dan sebagainya. Sebenarnya apabila kita pikirkan secara lebih kritis,
banyaknya dokter, rumah sakit atau puskesmas tidak menjamin masyarakat menjadi
sehat. Upaya kesehatan dengan pendekatan penyembuhan terhadap penyakit membuat
upaya kesehatan tersebut dinilai
Oleh karena itu, pemerintah
sekarang harus segera merencanakan perubahan upaya kesehatan yang berorientasi
pada Pembinaan Kesehatan Banga ( Shaping The Health of The Nation ) yaitu Upaya
Kesehatan yang dalam jangka panjang dapat menjamin kemandirian dan ketahanan
penduduk untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat dan membebaskan
ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap dokter dan obat.
Upaya kesehatan yang selama
ini dilakukan masih berorientasi pada upaya penanggulangan penyakit
secara episodik dan upaya penyembuhan saja. Upaya kesehatan yang demikian ini
sering kali menyesatkan pola pikir kita bahwa seolah – olah apabila semua orang
sakit bisa diobati, maka masyarakat menjadi sehat. Upaya kesehatan harusnya
diarahkan untuk dapat membawa setiap penduduk memiliki kesehatan yang optimal
agar bisa hidup produktif. Orientasi baru upaya kesehatan adalah orientasi
memelihara dan meningkatkan kesehatan penduduk, yang merupakan suatu orientasi
sehat positif sebagai kebalikan dari orientasi pengobatan penyakit yang
bersifat Kuratif – Responsif. Dengan kata lain, Program kesehatan yang
berorientasi pada upaya Kuratif merupakan ” Health Program for Survival ”,
sedangkan Program kesehatan yang berorientasi pada upaya Promotif dan Preventif
merupakan ” Health Program for Human Development ”. Upaya
kesehatan dengan ” Health Oriented Approach ” . Dalam jangka panjang akan
menjamin kemandirian yang lebih besar, meningkatkan ketahanan mental dan fisik
penduduk, dan bermuara pada terciptanya SDM yang berkualitas yang sangat
diperlukan untuk melaksanakan pembangunan.
Upaya pelayanan kesehatan
yang menekankan pada Upaya Kuratif-Rehabilitatif kurang menguntungkan karena :
a)
Intervensi yang dilakukan pada orang sakit tidak
menguntungkan karena :
Penderita telah kehilangan
produktifitas,
Yang bersangkutan harus
berobat,
Untuk kembali pada keadaan
sehat – produktif memerlukan waktu lama.
b)
Upaya Kuratif – Rehabilitatif dalam
jangka panjang tidak menguntungkan karena permintaan terhadap jenis pelayanan
kuratif akan terus meningkat, sementara itu pelayanan kuratif cenderung
terkumpul pada tempat – tempat yang tersedia banyak uang, yaitu di kota – kota
besar saja.
c)
Dari segi Ekonomi, investasi pada orang
yang TIDAK atau BELUM Sakit ( SEHAT ) lebih Cost
Effective dan lebih Produktif daripada terhadap orang sakit.
d)
Untuk meningkatkan kesehatan penduduk lebih baik
tidak melalui penyediaan banyak obat.
2. 6 Kesehatan
dan Komitmen Politik
Masalah kesehatan pada
dasarnya adalah masalah politik, oleh karena itu untuk memecahkan masalah
kesehatan diperlukan komitmen politik. Pembangunan sosial ekonomi yang baik
diperlukan tenaga pembangunan yang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang
tangguh. Dewasa ini masih terasa adanya anggapan bahwa unsur kesehatan penduduk
tidak banyak berperan terhadap pembangunan sosial ekonomi. Para penentu
kebijakan banyak yang beranggapan sektor kesehatan lebih merupakan sektor
konsumtif ketimbang sektor produktif sebagai penyedia sumber daya manusia yang
berkualitas, sehingga apabila ada alokasi dalam sektor ini kurang diperhatikan.
Sementara itu para pakar
kesehatan belum mampu memperlihatkan secara jelas manfaat investasi bidang
kesehatan dalam menunjang pembangunan negara. Kesenjangan derajat kesehatan
masyarakat antar wilayah perlu segera diatasi. Investasi yang selama ini lebih
ditekankan pada penambahan fasilitas, peralatan dan tenaga medis perlu ditinjau
kembali. Banyaknya Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik, Bidan, Dokter, Perawat
dll, bukan merupakan jaminan meningkatnya kesehatan penduduk.
Oleh karena itu tidaklah
berlebihan bila dikatakan bahwa pemecahan masalah kesehatan tidak bisa
ditemukan di bangsal – bangsal rumah sakit ataupun ruang tunggu poliklinik atau
puskesmas, melainkan di Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan juga gedung
DPR. Pergeseran paradigma dari pelayanan medis ke pembangunan kesehatan dengan
paradigma sehat memerlukan pembaharuan komitmen politik dari pemerintah.
2.7 Strategi Pembangunan Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan memiliki strategi :
1. Pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan. Semua
kebijakan nasional yang diselenggarakan harus berwawasan kesehatan,
setidak-tidaknya harus memberi kontribusi positif terhadap pengembangan
lingkungan dan perilaku sehat.
2. Profesionalisme. Pelayanan kesehatan yang bermutu
perlu didukung dengan penerapan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta penerapan nilai-nilai agama, moral, dan etika.
3. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM).
Penataan sistem pembiayaan kesehatan yang menjamin pemeliharaan kesehatan
masyarakat luas.
4. Desentralisasi. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus
didasarkan pada masalah dan potensi spesifik daerah tertentu, yaitu
pengaturannya disesuaikan dengan rumah tangga masing-masing daerah
2.8 Pilar Indonesia Sehat
Tiga pilar Indonesia sehat, antara lain :
1.
Lingkungan sehat, adalah lingkungan yang kondusif untuk hidup yang sehat,
yakni bebas polusi, tersedia air bersih, lingkungan memadai, perumahan-pemukiman
sehat, perencanaan kawasan sehat, terwujud kehidupan yang saling
tolong-menolong dengan tetap memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
2.
Perilaku sehat, yaitu bersikap proaktif memelihara dan meningkatkan
kesehatan (contih: aktifitas fisik, gizi seimbang), mencegah resiko terjadinya
penyakit (contoh: tidak merokok), melindungi diri dari ancaman penyakit
(contoh: memakai helm dan sabuk pengaman, JPKM), berperan aktif dalam gerakan
kesehatan (contoh: aktif di posyandu).
3.
Pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata, yang menjangkau semua
lapisan masyarakat tanpa adanya hambatan ekonomi, sesuai dengan standar dan
etika profesi, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, serta memberi kepuasan
kepada pengguna jasa.
2.9 Indikator Utama Indonesia Sehat
Indikator utama Indonesia sehat, yaitu :
1.
Lingkungan sehat: 80% rumah sehat, 90% keluarga menggunakan air bersih, 85%
keluarga menggunakan jamban sehat, 80% sekolah sehat, 80% Kabupaten/kota sehat.
2.
Perilaku sehat: 80% penduduk berperilaku sehat (aktivitas fisik, makan
dengan gizi baik, dan tidak merokok); 80% tatanan keluarga sehat.
3.
Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau: Setiap kecamatan
memiliki 1,5 puskesmas; pemanfaatan sarana yankes 80%; pengunjung/pasien puas
akan pelayanan kesehatan; rasio desa terhadap posyandu adalah 1:5 (minimal
salah satunya purnama/mandiri); 100% balita telah diimunisasi.
4.
Derajat kesehatan: Angka harapan hidup 67,9 tahun, angka kematian bayi 35
per 1000 kelahiran hidup, angka kematian ibu 125 per 100.000 kelahiran, angka
kematian kasar 7,5 per 1000 penduduk.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil diskusi kami, Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan
kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi
banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan
pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada
upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Dasar Pemikiran
Paradigma Sehat Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan
sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu dipertahankan dan
dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk kehidupan yang produktif.
Sehat bukanlah hal yang konsumtif, melainkan prasyarat agar hidup kita menjadi
berarti, sejahtera dan bahagia.
3.2
Saran
1.
Untuk Mahasiswa atau pembaca, makalah ini diharapkan
dapat menjadi pembelajaran mata kuliah Konsep Kebidanan.
2.
Untuk Dosen, kami
mengharapkan dosen mata kuliah konsep kebidanan, dapat terus mengarahkan dan
membimbing kami dalam studi ini.
DAFTAR PUSTAKA
allinonekip.blogspot.com/2013/11/paradigma-sehat_13.html
BalasHapusLEGENDAQQ.NET
Kami Hadirkan Permainan Baru 100% FAIR PLAY Dari Legendaqq.Net. :) 1 ID Untuk 8 Games :
- Domino99
- BandarQ
- Poker
- AduQ
- Capsa Susun
- Bandar Poker
- Sakong Online
- Bandar 66
Nikmati Bonus-Bonus Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Di Situs Kami LegendaQQ.Net. info Situs Resmi, Aman Dan Terpercaya ^^ Keunggulan LegendaQQ.Net :
- Tingkat Persentase Kemenangan Yang Besar
- Kartu Anda Akan Lebih Bagus
- Bonus TurnOver Atau Cashback Di Bagikan Setiap 5 Hari
- Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
- Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
- Tidak Ada Batas Untuk Melakukan Withdraw/Penarikan Dana
- Pelayanan Yang Ramah Dan Memuaskan
- Dengan Server Poker-V Yang Besar Beserta Ribuan pemain Di Seluruh Indonesia,
- LegendaQQ.Net Pasti Selalu Ramai Selama 24 Jam Setiap Harinya.
- Permainan Menyenangkan Dengan Dilayani Oleh CS cantik, Sopan, Dan Ramah.
Fasilitas BANK yang di sediakan :
- BCA
- Mandiri
- BNI
- BRI
- Danamon
Tunggu Apa Lagi Guyss..
Let's Join With Us At LegendaQQ.Net ^^
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
- BBM : 2AE190C9
- Facebook : LegendaqqPoker
Link Alternatif :
- www.legendaqq(dot)net
- www.legendapelangi(dot)com
NB : untuk login android / iphone tidak menggunakan www dan spasi ya boss ^_^